Sedang Membaca
Waspadai Tiga Gejala Awal Diabetes Mellitus
Sering Lapar, Haus, dan Berkemih
Jangan pernah merasa selalu sehat, terutama bila Anda berusia diatas 40 tahun dan berbadan gemuk. Diabetes mungkin tengah mengintai tubuh Anda. Terlebih penyakit itu menunjukkan gejala awal yang sangat manusiawi sekali, yaitu perasaan ingin selalu makan, haus dan sering berkemih. Akibat ketidaktahuan membaca isyarat tubuh tersebut, hampir sebagian besar penderita diabetes mellitus (DM) atau kencing manis berobat ke dokter sudah dalam keadaan parah.
“Kalau seseorang sudah kehilangan nafsu makan, baru deh berobat ke dokter. Padahal semua sudah terlambat,” kata pakar diabetes, Dr dr Sidartawan Soegondo dalam acara media edukasi tentang diabetes melitus di Jakarta, belum lama ini.
Hal itu bisa dikatakan terlambat, lanjut dr Sidartawan, karena diabetes tidak bisa disembuhkan sepanjang hidup. Namun, penyakit tersebut bisa dikontrol dengan diet, olahraga dan obat-obatan. “Dalam banyak kesempatan, saya selalu ingatkan kepada masyarakat untuk melakukan cek kesehatan bila tubuh mulai sering merasa kelaparan, kehausan dan sering buang air kecil. Itu gejala awal diabetes yang harus terus diwaspadai.
Semakin dini kita mengetahui penyakit itu, akan lebih mudah dan murah penanganannya. Tidak perlu obat-obatan, tetapi cukup diet dan melakukan aktivitas fisik,” ujar staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut.
Peringatan tentang DM tipe 2 yang berhubungan erat dengan gaya hidup tidak sehat ini menjadi sangat penting, bila melihat jumlah penderitanya di Indonesia saat ini sudah mencapai 5 juta orang. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat jika melihat kecenderungan 5 tahun terakhir, yang mana telah terjadi peningkatan sekitar 230 ribu orang setiap tahunnya.
Dr Sidartawan menjelaskan, setiap orang mempunyai potensi yang sama untuk terkena diabetes. Namun, orang-orang yang memiliki riwayat kesehatan keluarga diabetes berpotensi terkena diabetes lebih dini, bila menjalankan hidup tidak sehat seperti banyak mengkonsumi makanan berlemak, bergula dan kurang beraktivitas.
“Riwayat kesehatan keluarga perlu diperhatikan benar. Jangan hanya dilihat dari kondisi kesehatan ayah dan ibu, tetapi juga kakek, nenek, paman, bibi atau sepupu yang memiliki hubungan darah. Kalau salah satu diantara mereka ada yang terkena, hendaknya mulai dari sekarang mengatur pola makan agar tidak menyesal di kemudian hari,” ucap dr Sidartawan.
Ia menjelaskan, perilaku makan yang buruk seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak dan makanan manis ternyata bisa merusak kerja organ pankreas. Organ tersebut mempunyai sel beta yang berfungsi memproduksi hormon insulin. Insulin berperan membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Glukosa yang tidak dapat diserap oleh tubuh– karena ketidakmampuan hormon insulin mengangkutnya– terus bersemayam dalam aliran darah, sehingga kadar gula menjadi tinggi.
Sebagian glukosa juga bisa terbuang melalui urin sehingga air seni menjadi manis. Oleh sebab itu, penyakit diabetes disebut juga kencing manis. “Hampir 90 persen orang dengan diabetes tipe-2 mengalami resisten insulin. Artinya, meski tubuh mampu menghasilkan insulinnya sendiri, namun tubuh tidak dapat menggunakan sebagaimana mestinya. Itu artinya, sel-sel tubuh tidak “mendengarkan” perintah insulin agar gula dapat diserap. Akibatnya, kadar gula dalam darah menjadi tinggi,” katanya.
Akibat tubuh tidak mendapat asupan glukosa, maka syaraf lapar terus menagih sehingga timbul keinginan untuk makan dan minum terus. Namun, satu hal yang perlu diwaspadai adalah meski doyan makan, berat badan malah turun drastis. “Bila sadar akan kondisi ini, segeralah melakukan perencanaan makan (meal planning) dan banyak melakukan aktivitas fisik. Karena belum terlambat untuk diperbaiki,” katanya.
Namun, bila kondisi itu tidak segera diantisipasi, maka organ pankreas akan mengalmi kelelahan dan memperberat kerja sel beta. Diabetes tipe dua yang semakin parah karena resistensi insulin dan disfungsi beta sel akan menyebabkan tubuh sulit mengendalikan kadar glukosa dalam darah. “Kalau sudah parah seperti itu, penderita diabetes membutuhkan obat-obatan untuk mengendalikan kadar gula dalam darahnya, selain tetap melakukan diet dan aktivitas fisik,” katanya.
Namun, satu kabar menggembirakan adalah ditemukannya obat diabetes baru yang mengatasi langsung kelainan pada diabetes tipe dua, yaitu Avandia buatan perusahaan farmasi GlxoSmith Kline. Menurut dr Sidartawan Soegondo, penemuan obat-obat terbaru ini menjadi sangat penting untuk penatalaksanaan diabetes yang lebih praktis dan manjur, agar tidak terjadi komplikasi yang dapat merenggut nyawa penderitanya.
“Penyebab kematian pada penderita diabetes itu bukan disebabkan oleh penyakit itu semata, tetapi akibat komplikasi terhadap organ lain. Kalau gula darah itu mengganggu kerja pembuluh darah besar, maka akan timbul penyakit jantung, stroke, syaraf atau amputasi kaki. Tetapi bila mengenai pembuluh darah kecil maka akan terjadi gangguan pada mata atau ginjal.
“Itulah pentingnya penderita diabetes terus melakukan pengendalian terhadap kadar gula darahnya agar tidak terjadi komplikasi. Sekali terkena, pasien itu akan menyesal seumur hidup,” ucap dr Sidartawan menegaskan. Namun, satu hal yang tidak boleh diabaikan penderita diabetes untuk keberhasilan pengobatan optimal adalah pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter, ahli nutrisi, diet dan membangun komunikasi yang efektif di antaranya.
Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman pasien tentang kondisi, pengobatan dan terapi yang seharusnya dilakukan agar membantu pasien mengontrol kadar gulanya serta mencegah berbagai komplikasi penyakit lainnya. “Banyak pasien diabetes yang berumur panjang, asalkan taat menjalankan saran ahli. Tak perlu diet ketat, tetapi cukup melakukan perencanaan makan. Sehingga pasien diabetes tetap bisa menjalani hidup seperti lainnya,” kata dr Sidartawan Soegondo menandaskan.
Sumber: Suara Karya Online | 11 November 2006 | Tri Wahyuni





Saya 45 tahun. Saya tidak tahu apa saya kena diabetes atau tidak. Sebab 2 minggu terakhir sebagian kaki kanan saya (bagian sisi luar telapak)mengalami kebal yg diawali keram2. Saya juga mengalami gatal2 dihampir sekujur tubuh dalam situasi tertentu. Bahkan sering muncul bintul2 kecil dikepala, badan, kaki dan bagian lain menyerupai gigitan nyamuk. Apakah ini gejala diabetes ? Sebagai referensi saya tidak sering buang air kecil, tidak sering merasa lapar, juga badan saya tdk gemuk. Hanya saya memang menkonsumsi rokok dan kopi sejak 20 tahun. Atau ini alergi ? Oh ya, kalau saya ada luka, luka saya cukup normal mengeringnya (1-2 hari). Mohon penjelasannya sebab saya sangat khawatir sekali dengan diabetes sebab kulit saya sangat rentan dengan luka. Makasih sebelumnya.
tidak ada hubungan sebab akibat langsung antara diabetes dengan darah rendah. Tekanan darah rendah atau hypotensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Normal biasanya 120/80 mmHG.
Penyebabnya:
1. Kurangnya pemompaan darah oleh jantung (akibat kelainan, penurunan atau gangguan fungsi jantung),
2: Berkurangnya volume darah: akibat luka, kencing berdarah, dsb
3: Kapasitas pembuluh darah akibat pelebaran pembuluh darah (dilatasi)
Diabetes dapat menyebabkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah, jadi bisa mengakibatkan darah rendah. Tapi umumnya penderita diabetes beresiko hypertensi (darah tinggi).
Apakah orang yang tekanan darah rendah bisa kena diabetes?
ibu sy mndrta diabetes,bagaimna mgontrol agr sy tdk trtular?
dok waktu itu sy dalam keadaan sakit(demam/panas tinggi), saya priksa gula darah mencapai 262, tetapi setelah saya sehat gula darah saya selalu di bawah 155, gula darah puasa, cek awal 115, 2 jam kemuadian 155, cek selankutnya gula puasa 113 2 jam kemudian 147, cek selanjutnta gula puasa 108 2 jam kemudian 139, apakah sy sudah positif terkena diabet, ata pra diabetes tolong jawabannya dok.
kalau dari gejalanya kemungkinan ya, tapi harus dibuktikan dengan pengecekan gula darah. Bisa juga gejala penyakit hormonal lainnya, spt thyroid. Segera periksa ke dokter.
Ibu saya berumur 60 thn lebih mengalami penurunan berat badan dlm 1 bln 5 kilo,sering ngantuk dan lemas,nafsu makan berkurang sakit di sekitar lambung apaka ini termasuk gejala
diabetes mohon peneranganya
terimakasih
assalamualikum…
selamat siang…
saya laki-laki umur 40 tahun, BB 75 kg, TB. 160 pekerjaan PNS. akhir-akhir ini saya sering merasakan kesemutan dan ada perasaan gatal-gatal di kedua kaki saya..saya juga banyak minum air putih sehingga sering bak.. apakah ini sudah merupakan gejala diabetis melitus?.. apa tindakan pencegahannya.? terima kasih..
mau nanya apa obat untuk akantosis nigrikans??nama mereknya yah…
@Rifqi:
kencing di pagi hari umumnya setelah bangun tidur adalah lumrah. dengan kadar gula darah tersebut kondisi anda juga masih normal. namun resiko tetap anda. Biasakan berpola hidup sehat, makan secukupnya dan olahraga yang teratur, Insya Allah dapat terhindar dari diabetes.
@Riza:
Sepertinya bukan gejala diabetes. Periksakan ayah anda ke dokter.
Saya mempunyai ayah umur 57th, beliau mengalami pembengkakkan pada kedua kaki jika ditekan dengan jari pada kaki tersebut tidak mau kembali seperti semula,dan berat badan juga naik.apa itu termasuk tanda diabetes juga?Lalu apa yang harus ayah saya lakukan?mohon jawabannya?thx.
Sya seorang remaja usia 17 thun, belakangan ini saya sering kencing di pagi hari,sering haus dan mulut terasa kering..Ayah saya juga telah mengidap Diabetes.saya sudah memriksakan gula darah dan hasilnya masih di bilang normal, yaitu 114 mg/dl.Apakah saya masih ada kemungkinan untuk megidap Diabetes mengingat gejala gejala yang sudah saya alami??Lau apa yang harus dilakukan jika memang iya???
Mohon jawabannya???trims
Pola makan dengan porsi sedikit, belum tentu menyehatkan. Sedikit tapi kalau terlalu sering juga tidak tepat, apalagi kalau variasi karbohidratnya banyak ya sama saja.
Gejala yang Indah alami sepertinya mengarah ke Diabetes. Untuk pastinya periksa gula darah.
Saya seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak, dalam riwayat keluarga 2 tante saya dari ayah meninggal karena komplikasi diabetes, ayah saya meninggal karena kanker prostat sedangkan ibu saya kena tumor jenis tecoma, berat badan saya terus bertambah setelah saya menderita typus ber ulang2 dan banyak mengkonsumsi vitamin juga obat penurun BB, pola makan saya tidak berlebihan malah bisa dibilang sangat sedikit, tidak suka ngemil, belakangan ini saya selalu pusing, tubuh gatal2, selalu merasa lapar meskipun habis makan, siang hari sering buang air kecil. Apakah ini menunjukan gejala diabetes ?saya berencana mau periksa gula darah.
Mohon penjelasannya. Terima kasih
Saya seorang ibu rumah tangga deng 2 anak, dalam riwayat keluarga 2 tante saya dari ayah meninggal karena komplikasi diabetes, ayah saya meninggak karena kanker prostat sedangkan ibu saya kena tumor jenis tecoma, berat badan saya terus bertambah gemuk setelah saya menderita typus ber ulang2 dan banyak mengkonsumsi vitamin juga obat penurun BB, pola makan saya tidak berlebihan malah bisa dibilang sangat sedikit, tidak suka ngemil, belakangan ini saya selalu pusing, tubuh gatal2, selalu merasa lapar meskipun habis makan, siang hari sering buang air kecil. Apakah ini menunjukan gejala diabetes ?saya berencana mau periksa gula darah.
Mohon penjelasannya. Terima kasih
Wasi:
Anda sudah masuk kategori diabetes.
Minum obat tiap hari ? ya, sampai normal kembali (gula darah sewaktu normal adalah 120 mg/dl). Minum obat harus diiringi dengan diet (kontrol pasokan karbohidrat) dan olahraga.
Setelah normal, coba untuk tidak minum obat tapi diet dan olahraga tetap. Jika gula darah bisa dipertahankan pada kadar normal, maka tidak perlu minum obat setiap hari, cukup dengan diet dan olahraga.
Boleh juga mengkombinasikannya dengan herbal dan terapi lainnya.
Saya satu bulan yang lalu periksa ke dokter, kadar gula sewaktu saya 245, saya diberi obat dua minggu berikutnya saya periksakan kadar gula darah sewaktu saya 191, apakah saya sudah termasuk penderita diabetes? Apakah saya selalu minum obat tiap hari?
Pro Ifat;
Resistensi Insulin adalah suatu kondisi dimana tubuh mashih dapat memproduksi insulin tapi tidak dapat menggunakannya dengan baik. Insulin adalah salah satu hormon yangdibuat oleh pancreas, yang membantu tubuh mengubah glukosa menkadi energi. Glukosa sendiri adalah bentuk gula yang digunakan tubuh sebagai sumber energi utama.
Sistem pencernaan kita memecah makanan menjadi glukosa yang akan diangkut dalam aliran darah ke dalam sel-sel tubh. Glukosa dalama darah ini biasa disebut gula darah. Sesaat setelah makan glulkosa dalam darah akan naik, pancreas akan melepaskan insulin untuk membantu sel mengambil dan menggunakan gloksa tersebut.
Orang yang resisten insulin, otot, lemak dan hatinya tidak dapat merespon insulin dengan baik. Akibatnya, tubuh memerlukan lebih banyak insulin agar glukosa dapat mencapai sel-sel. Pancreas mencoba menjaga pasokan permintaan jumlah insulin ini dengan memproduksinya lebih banyak lagi. Akhirnya, pancras gagal memenuhi permintaan yang semakin tinggi tersebut. Selanjutnya ini dapat memicu kearah diabetes. Banyak orang dengan insulin resiten memiliki gula darah dan insulin yang tinggi dalam darah pada saat yang bersamaan.
Kondisi demikian dapat menggangu pertumbuhan maupun regenerasi sel-sel dalamm tubuh. Salah satu efeknya bisa mengganggu kesuburan seperti yang anda alami.
Para ahli telah mengidentifikasi gen tertentu yang membuat orang mengalami resistensi insulin dan diabetes. Kelebihan berat badan dan kurangnya aktifitas fisik juga berkontribusi terhadap resistensi insulin ini.
Resistensi Insulin meningkatkan peluang terkena diabetes tip[e 2 dan penyakit jantung, juga penyakit kardiovaskuler. Kondisi ini adalah akibat dari kelebihan berat sekitar pinggang, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan triglycerides dalam darah. Masalah ini sering juga disebut sindrom metabolisme atau insulin resistance syndrome, atau biasa juga disbut syndrome X.
Pra diabetes
Pra diabetes sendiri adalah kondisi level gula darah yang diatas normal tapi tidak cukup untuk didiagnosa sebagai diabetes. Kondisi ini pra diabetes akan meningkatkat resiko terkena diabetes tipe 2. Sebuah penelitian mengatakan bahwa orang yang pra diabetes akan beresiko terkena diabetes tipe 2 dalam waktu sepuluh tahun, kecuali jika mereka dapa menurunkan berat badan 5 hingga 7 persen, dengan diet dan meningkatkan aktifitas gerak.
Gejala
Resistensi Insulin dan pre-diabetes biasanya tidak ada gejalanya. Orang yang mengalami resistensi insulin atau pra diabetes tidak merasakan apapun selama beberapa tahun. Tapi orang dengan resistensi insulin yang akut dapat memiliki totol/bintik gelap dikulitnya, biasanya dibelakang leher. Terkadang ada seperti bentuk cincin hitam seputar lehernya. Tempat lainnya yang mungkin adanya totol hitam ini adalah di sikut, lutut, buku-buku jari dan ketiak. Kondisi ini biasa disebut “acanthosis nigricans”.
Dokter biasanya melakukan tes darah untuk menentukan apakah seseorang mengalami pre-diabetes tapi jarang sekali melakukan tes untuk resstensi insulin.
Resistensi insulin dapat dicek dengan mengukur kadar insulin dalam darah. Namun biayanya cukup mahal–tes ini biasa disebut euglycemic clamp–
Aktifitas fisik dan menurunkan berat badan dapat membantu tubuh untuk merespon insulin lebih baik. Dengan menurunkan berat dan badan dan melakukan aktifitas fisik, orang yang mengalami resistensi insulin atau pre-diabetes dapat terhindar dari diabetes tipe 2.
Diabetes Prevention Program (DPP) dan studi lainnya menunjukkan bahwa orang dengan kondisi pre-diabetes dapat mencegah atau memperlambat diabetes jika menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan lemak dan kalori dan beraktifitas fisik spt: berjalan 30 menit sehari 5 hari dalam seminggu.
Menurunkan 5 sd 7 persen berat badan dapat memperlambat diabetes hingga 60 persennt. Juga penelita PDP ini menunjukkan bahwa obat diabetes metformin mengurangi resiko terkena diabetes hingga 31 persen.
Pencegahan ini juga tentu diiringi degan cara lebih bijak memilih makanan dan menjaga berat badan yang ideal. Aktifitas fisik membantu sel-sel otot untuk menggunakan glukosa sebgai energi agar sel-sel tersbut lebih sensitif terhadap insulin.
saya mau ty,umur sy 30 thn udah memiliki 1 putra umur 5 tahun,skrg mau py anak susah sekali padahal dl anak pertama sy tdk susah mendapatkannya.stlh saya periksa kedokter kandungan katanya sy ada kelaianan resisten insulin shg sulit utk hamil,dilihat dr pemeriksaan usg intra vaginal,dan sy jarang sekali dpt menstruasi,klo mau mens mesti dipancing pakai obat.sy gak mengerti knp sy dideteksi resisten insulin.?kt dokter sy mempunyai resiko DM pd umur 40 thn.yg saya heran gula darah sy normal dan tdk ada keluhan yg berhub dgn gejala DM.knp saya bisa resisten insulin?dokter memberikan obat minum yaitu metformin selama 6 minggu terapi sampai hormon sy kembali normal.sy mempunyai org tua lk2 yg DM tipe 2.apakah ada pengaruh KB suntik terhadap gangguan hormon insulin krn dl sy pernah KB suntik slm 1 tahun dan stlh 4 thn sy tdk KB lg.trims
To Wankz:
Sangat mungkin, bahkan yang masih berusia 7 tahun (sebagian sewaktu masih bayi) bisa terkena diabetes. Ini biasanya adalah diabetes Tipe 1.
Sedangkan Tipe 2 umumnya terkena pada usia 40an ke atas, namun akhir-akhir ini usia 40 an ini semakin bergeser, yang 30 an mulai ada yang terdiagnosa bahakan ada yang usia 24 sudah terkena.
apakah seseorang bisa terkena diabetes pada umur 20 thn-an?
Kalau tidak salah dinyatakan diabetes kalau hasil tes gula darah sewaktu diatas 130 dan gula darah puasa diatas 110.
berapa ukuran gula darah sehingga seseorang tersebut di vonis diabetes ?
berapa ukuran gula darah sehingga seseorang tersebut di vonis diabetes ?
apa saja tanda” orang yang terkena penyakit DM.
saya terkadang kalau tidur, kaki suka keram (kesemutan) atau tangan. apakah ini salah satu tanda” orang DM
berapa lama waktu yang diperlukan penderita diabetes, dari mulai terdiagnosis hingga terjadi komplikasi, saya mendengar pada tahun diatas 5 tahun, biasanya penderita diabetes mulai terjadi komplikasi, apakah benar?
tolong dijawab, karena saya sedang mengerjakan skripsi mengenai diabetes..dan saya membutuhkan referensinya.
Penemuan terakhir yang terbukti mengatasi diabetis type II adalah tanaman kayu manis (cinamon), Ekstrak dari tanaman ini sudah digunakan di Amerika dan Eropa untuk mengendalikan gula darah(teruji secara klinis oleh USDA).Mengkonsumsi ekstrak ini secara rutin dapat menurunkan kadar gula darah dan kadar lemak secara cepat, serta menunjukan peningkatan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Ekstrak ini sudah dapat diperoleh di indonesia dengan merek dagang CINNAMAX (lisensi dari Integrity USA), untuk informasi lebih lanjut hubungi 085229012350,085725605955 atau kunjungi website http://www.cinnamax.net,
email : senovator@gmail.com
dari kecil mama sering bilang kalau maaf, celana dalam sy di kerumuni semut, tp ucapan mama tsb tidak sy hiraukan. sekarang saat usia sy 25 th. kulit sy sangat kering meskipun sy byk ,mengkonsumsi air putih bahkan semakin banyak air putih yang sy minum semakin sering sy buang air kecil, sy jg sering ngantuk dan berat badan saya turun drastis waktu SMA berat badan sy 50kg dan skarang pernah mencapai 36kg,pengelihatan sy jg terganggu, berdasarkan informasi yg sy baca itu semua sudah cukup untuk meyakinkan sy bahwa sy mengidap diabetes, tp sy ragu apakah anak umur 3th bisa terserang penyakit tersebut. dan apakah semua keluhan sy diatas bisa sy karena penyakit lain dan apakah diabetes dapat menyebabkan kulit kita kering
Mbak Kinanti;
dari riwayat keluarga yang disampaikan, mbak Kinanti memang termasuk golongan beresiko tinggi terkena diabetes.
Gejala-gejala yang disebutkan semuanya nampak mengarah ke diabetes, bisa saja mbak masih dalam tahap pra-diabetes ataupun memang sudah diabetes. Untuk lebih pastinya segera lakukan cek gula darah, baik sewaktu maupun gula darah puasa. Segera berkonsultasi dengan dokter.
Saya wanita 24 tahun,ibu saya meninggal krn komplikasi diabetes dan hipertensi. Dr pihak ibu,beberapa kerabat sudah dinyatakan positif diabetes. Sya sndri srg mudah ngantuk dan cepat lelah&lemas walau sudah tidur cukup,saya juga cpt lapar&haus wlu banyak makan. Belakangan ini,saya menderita gatal di daerah pantat dan bawah payudara yg tdk kunjung sembuh walau sudah diobati dgn salep. Apa saya sudah hrs cek gula darah? Mengingat dulu sya ska skli makan makanan instan (hampir tiap hari)& tidak begitu suka makan sayur. Terimakasih
to Johan H.:
diabetes tipe II umumnya mulai “menyerang” diatas usia 40. tapi saat ini usia dibawah 40 pun sudah mulai banyak yang menderita diabetes. Ini dipicu oleh gaya hidup modern yang semakin banyak mengkonsumsi junk food dan jarang berolahraga.
Sedangkan untuk tipe I anak-anak usia balita pun bahkan dapat mengalaminya.
to eka:
Gatal memang merupakan salah satu ciri dari diabetes terutama didaerah genital dan lipatan kulit (spt ketiak dan selangkangan). Tapi, untuk memastikan apakah ibu anda diabetes harus dilakukan pengecekan gula darah sewaktu, gula darah puasa dan gula darah 2 jam pasca makan.
Apa gatal gatal juga gejala diabetes? Akhir2 ini Ibu saya mengalami gatal-gatal hebat….dan ada yang bilang kalau itu dah masuk gejala diabetes…
Mulai dari umur berapa diabetes biasanya menyerang?