Sedang Membaca

Pertengahan September 2007 ini atau sekitar tanggal 12 atau 13 September, Insya Allah awal mulainya bulan suci Ramadhan 1428 H. Sebulan penuh ummat Islam diwajibkan berpuasa, sejak terbit fajar (Shubuh) hingga terbenamnya matahari (Maghrib). Kewajiban ini memang ada pengecualian, diantaranya bagi orang yang berpergian (musafir), uzur, dan sakit.

  1. Lalu bagaimana dengan penderita diabetes, apakah termasuk dalam kategori yang dikecualikan tersebut…? Atau singkatnya: bolehkah penderita diabetes berpuasa ?
  2. Apa manfaat puasa bagi penderita diabetes…?

Pertanyaan-pertanyaan diatas mengusik saya karena saya masih punya utang puasa yang ingin saya tebus sebelum masuknya Ramadhan tahun ini. Rasa ingin tahu mendorong saya melakukan “googling” mencari jawabannya. Hasilnya sbb:
Jawaban terhadap pertanyaan No. 1 ternyata ada dua:

  1. BOLEH, asal……….
  2. TIDAK BOLEH, kalau..

1. Kriteria yang diperbolehkan berpuasa adalah:

  • Penderita DM yang dapat mengontrol kadar glukosa darahnya hanya dengan perencanaan makanan dan olah raga
  • Penderita DM yang memerlukan obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darahnya, dengan catatan, harus disertai adanya perubahan dalam perencanaan makanan, aktivitas fisik, dan jadwal minum obat. Dalam hal ini, sangat dianjurkan untuk menggunakan obat yang hanya perlu diminum sekali sehari, tetapi sebaiknya terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dokter anda.

Bagi anda yang termasuk dalam dua kriteria di atas, sesuaikanlah jadwal dan jumlah makanan saat sahur maupun berbuka puasa. Pada saat sahur sebaiknya penderita DM mengonsumsi makanan dalam jumlah yang normal, seperti pada saat sarapan.

Sedangkan ketika berbuka, porsi dan jenis makanan bisa disamakan dengan jumlah makan siang atau sedikit lebih banyak. Makanan berbuka bisa disantap langsung pada saat berbuka ataupun setelah salat maghrib. Meskipun demikian, penderita DM tidak diperkenankan langsung makan dalam jumlah yang terlalu banyak.

Diperlukan pula perubahan jadwal minum obat. Minumlah obat pada waktu berbuka puasa, sebagai pengganti obat yang biasanya diminum di pagi hari. Sedangkan dosis sore dipindahkan pada waktu makan sahur.

Perhatikan kapan penderita DM yang berpuasa boleh berolah raga. Karena olah raga dapat memengaruhi kadar gula darah, sehingga alternatif waktu terbaik untuk melakukan olah raga adalah seusai salat tarawih. Jadi, jangan berolah raga menjelang waktu berbuka, dan jenis olah raga pun sebaiknya dipilih yang ringan saja.

2. Kriteria yang TIDAK diperbolehkan beruasa adalah:

  • Penderita yang membutuhkan suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darahnya
  • Penderita yang sudah memiliki komplikasi berat seperti gagal ginjal maupun gagal jantung.
  • Anak-anak yang menderita DM juga tidak diperbolehkan berpuasa.

Resiko yang harus diwaspadai ketika menjalani ibadah puasa dan upaya mencegahnya

Resiko hipoglikemia (kadar gula darah di bawah normal) akibat tidak adanya asupan makanan selama berpuasa atau risiko hiperglikemia (kadar gula darah berlebihan) karena makan yang berlebihan setelah berbuka puasa.

Biasanya, hipoglikemia terjadi pada sore hari, saat menjelang buka puasa. Jika hipoglikemia terjadi, sebaiknya segeralah membatalkan puasa dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang manis seperti sirup, buah kurma, kolak, dan sebagainya. Setelah itu barulah menyantap makanan lengkap

sebenarnya makanan yang dikonsumsi penderita DM selama berpuasa harus sama dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari saja, namun yang perlu diperhatikan adalah pembagian porsi makanan. Sebaiknya, setelah tarawih, pasien DM makan lagi untuk menjaga kadar gulanya. Paling tidak makan dua buah crakers.

Penderita diabetes memiliki kemampuan tubuh yang terbatas dalam hal pengaturan metabolisme hidrat arang, maka harus diperhatikan juga proses pengaturan jumlah kalori, jadwal makan, jadwal minum obat, serta jenis-jenis makanan yang dikonsumsi secara benar dan tepat.

Dalam keadaan berpuasa, melalui proses biokimia yang melibatkan sistem hormon dan syaraf, hati melakukan pelepasan cadangan glukosa (gula darah) dan membentuk glukosa baru dari sisa pembakaran dalam tubuh. Mekanisme ini memungkinkan terjadinya peningkatan kadar gula darah selama berpuasa.

Pada saat sahur, sebaiknya pasien DM mengonsumsi makanan dalam jumlah normal sarapan. Lalu pada saat berbuka, porsi dan jenis makanan bisa disamakan dengan jumlah makanan siang atau sedikit lebih banyak. Makanan berbuka ini bisa disantap langsung pada saat berbuka ataupun setelah shalat Magrib. Jangan makan langsung dalam jumlah terlalu banyak. Usus dan hormon yang telah berhenti bekerja selama 13 jam, jika tiba-tiba disuruh bekerja keras, akan menimbulkan rasa sakit.

Puasa tidak akan menyebabkan penurunan berat badan yang menyolok, sehingga makanlah dengan wajar. Penurunannya hanya sekitar 5-10 persen berat badan, karena puasa hanya berlangsung selama satu bulan. Setelah puasa selesai, berat badan bisa kembali ke berat semula.

Menentukan menu yang boleh dikonsumsi penderita DM

Penderita DM disarankan berkonsultasi dulu pada dokter dan ahli gizi. Yang juga perlu diperhatikan adalah jadwal makan yang berubah, otomatis jadwal mengonsumsi obat juga berubah.

Perubahan jadwal makan dan mengonsumsi obat ini bisa menimbulkan hipoglikemia seperti yang di atas telah dijelaskan. Obat-obatan diabetes yang biasanya diminum pagi hari diubah menjadi waktu berbuka puasa. Sedangkan dosis sore dipindahkan pada waktu makan sahur.

Untuk penderita yang gemar melakukan aktivitas olahraga, perlu memperhatikan kapan jadwal ia boleh berolahraga. Pasalnya, bisa saja olahraga malah mempengaruhi kadar gula sewaktu melaksanakan puasa sehingga alternatif waktu terbaik untuk melakukan olahraga adalah jangan dilakukan menjelang waktu berbuka, dengan asumsi bahwa kondisi gula darahnya mungkin sudah mendekati ambang di bawah 60 mg/dl. Saat yang tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah seusai salat Tarawih. Jenis olahraga pun sebaiknya pilih yang ringan saja.

Selain itu, sebaiknya pasien DM sering melakukan pemantauan kadar glukosa darah. Pemantauan ini bisa menghindari pasien dari ancaman hipoglikemia. Segeralah membatalkan puasa jika terjadi hipoglikemi.
Tanda-tanda telah terjadinya hipoglikemi yang dapat diamati di antaranya adalah tampak gelisah, berkeringat dingin, bingung, gemetar, berdebar-debar, kesemutan pada lidah atau bibir dan penglihatan ganda.

Bila dibiarkan berlanjut, dapat terjadi kejang-kejang sampai penurunan kesadaran. Biasanya hipoglikemi terjadi pada sore hari, saat menjelang berbuka puasa. Sebagai makanan pembatal puasa, sebaiknya dipilih makanan atau minuman yang manis seperti sirup, buah kurma, kolak, dan sebagainya. Setelah itu, baru menyantap makanan lengkap.

Penurunan kesadaran bahkan hingga tahap koma juga dapat terjadi pada keadaan hiperglikemi yang biasanya terjadi setelah berbuka puasa. Segeralah mencari pertolongan ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat. Karena pada kondisi seperti itu diperlukan intervensi medis untuk menurunkan kadar gula darah, yang tentunya tidak dapat dilakukan oleh orang awam.

Beberapa hal yang harus diperhatikan para diabetisi agar tetap sehat selama menjalani puasa antara lain:

Yang Tidak Boleh Dilakukan!

  1. Menggunakan dosis obat tinggi dan lebih dari satu macam. Sebaiknya mereka ini tidak ikut puasa.
  2. Menggunakan insulin lebih dari 45 unit per hari. Lebih baik juga tidak ikut puasa, karena sudah tergolong diabetes lanjut.
  3. Pengidap diabetes dengan komplikasi sebaiknya tidak ikut puasa.

Yang Harus Dilakukan!

  1. Konsultasi ke dokter gizi untuk menghitung jumlah kalori, pola makan dan jenis-jenis makanan yang bisa dikonsumsi.
  2. Selalu kontrol kadar gula darah. Kadar normal gula darah adalah kurang dari 110 mg/dl selama puasa dan 160 mg/dl setelah dua jam makan. Jika melebihi atau di luar batas itu, sebaiknya tidak berpuasa. Pemantauan kadar gula darah juga bisa menghindari pasien dari ancaman hipoglikemia (kekurangan kadar gula dalam darah).
  3. Kurangi dosis obat yang dikonsumsi sesuai ketentuan dokter.
  4. Ubah jadwal minum obat. Jika biasanya meminum obat yang dosisnya lebih tinggi di pagi hari, ubah menjadi sore setelah berbuka.
  5. Saat sahur disarankan minum obat berdosis rendah. Dikhawatirkan gula darah akan rendah pada pertengahan hari (siang) dan tidak kuat puasa.
  6. Bagi penderita yang gemar berolahraga, sebaiknya pilih yang gerakannya ringan, dan lakukan usai salat tarawih. Jangan berolahraga menjelang berbuka. Pasalnya, saat itu kondisi gula darah sudah di bawah 60 mg/dl.

Demikian beberapa kutipan/saduran yang saya peroleh dari beberapa sumber. Terhadap pertanyaan No. 2: apa Manfaat Puasa bagi penderita diabetes, saya belum beroleh hasil yang cukup gamblang. Tapi saya sendiri sangat yakin bahwa berpuasa pasti ada manfaatnya bagi penderita DM. Insya Allah pada posting berikutnya hal ini dapat kita ungkap. (Wass).

Sumber:
  1. www.kompas.com
  2. www.pikiran-rakyat.com
  3. www.tabloidnova.com
  • Share/Bookmark

7 Komentar

  1. kyo says:

    boleh gak artikel-artikel di web site ini saya posting ke web saya sebagai informasi. ntar dibawah artikelnya saya sertakan sumber dari mana saya mendapatkan artikel ini. tolong dibalas ke email saya yach. terima kasih

  2. joko says:

    penderita DM menurut saya boleh melakukan puasa, karena puasa pada intinya adalah “pengobatan” dilihat dari sudut pandang kesehatan. namun yang harus diperharikan adalah pola makan dan asupan gizi bagi penderita DM.

  3. bapak saya sudah 15 tahun menderita diabetes tp dengan treatment yg tepat beliau bisa berpuasa dengan lancar tiap tahunnya…

  4. Muhammad Soewoto says:

    Saya mengidap DM tipe-2 sejak 6 tahun lalu. Setiap tahun saya tidak pernah absen berpuasa Ramadhan. Saya punya tips tersendiri sebelum berpuasa yaitu dengan jalan melatih badan atau mengkondisikan badan sebelum hari puasa. Misalnya pada H-2 saya makan sahur seperti biasa dan saya berusaha/sanggup menahan rasa lapar hingga tengah hari atau jam 12, pada H-1 saya ulangi seperti itu dan rasa lapar dapat bertahan lebih panjang hingga jam 4 sore. Pada saat berpuasa hari pertama dan seterusnya tubuh saya sudah terkondisi dan dapat menahan lapar hingga waktu berbuka tiba. Sebelum berpuasa saya minta advis dokter karena ketika bulan Ramadhan tiba dalam sehari hanya makan 2x dan obat apa saja yang boleh dikonsumsi saat berbuka dan saat sahur. Alhamdulillah, semoga tips saya tersebut berguna bagi yang lain.

  5. melly says:

    salam kenal.saya mau informasikan suplemen RESHI yang berguna untuk penyakit diabetes.sudah banyak orang yang mengkonsumsi dan berhasil turu kadar gulanya.herbal alamiah tanpa bahan kimia sehingga sangat amat untuk konsumsi.untuk informasi hub.99900015

  6. [...] 17th, 2007 by sweetpee Pada postingan yang lalu: “Penderita Diabetes Melitus Berpuasa, Boleh nggak ya ?” masih ada satu pertanyaan menggantung, yaitu apa ada manfaat puasa untuk kesehatan, khususnya bagi [...]

  7. sweetpee says:

    Kemarin saya berpuasa, sebelum sahur gula darah saya 137 mg/dl. Diatas ambang normal untuk gula darah sewaktu. Seharian berpuasa, ada rasa-rasa ngantuk tapi Alhamdulillah badan tetap fit hingga Maghrib.

    Sebelum buka puasa, kembali saya ukur gula darah dan hasilnya 98 mg/dl. Alhamdulillah normal. Seharian berpuasa ternyata bisa menormalkan kadar gula saya. Paling tidak satu manfaatnya terasa.

Beri Tanggapan