Sedang Membaca

Dr PA Karim, pakar obat alami dari India, mengimbau umat Islam untuk mengambil hikmah puasa Ramadhan ini dengan mengubah kebiasaan makan. Dr Karim, yang sedang melakukan ibadah umrah di Makkah, Arab Saudi, kepada organisasi kantor berita Islam, IINA, menjelaskan puasa selama Ramadhan bermanfaat bagi kesehatan bila dilakukan dengan benar dan sesuai dengan instruksi diet Nabi Muhammad SAW.

Menurut dia, puasa merupakan suatu kekuatan proses terapi yang dapat membantu orang memulihkan kondisi kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, asma, alergi, sakit kepala kronis, penyakit kencing manis (diabetes), penyakit jantung, tumor getah bening, lupus erythematosus, dan inflammatory autoimmune disorder.

“Puasa menyediakan suatu periode istirahat secara fisik, saat tubuh ini dapat memicu mekanisme penyembuhannya sendiri untuk memperbaiki dan memperkuat organ-organ yang telah rusak,” katanya.

Dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Dr Karim mengemukakan hendaklah umat Muslim menjaga kebiasan makan tidak melebihi tiga perempat isi perut, seperti sabda Nabi SAW, “Makanlah seusai dengan kapasitas perut, yaitu sepertiga berisi makanan, sepertiga berisi air, dan sepertiga lagi berisi udara.”

Ia menggaris-bawahi bahwa Islam memperkenalkan kewajiban berpuasa selama sebulan untuk membantu umat Muslim meningkatkan spiritual dan kesehatan fisik mereka.

Dr Karim memberi nasehat umat Muslim yang berpuasa agar makan makanan berat hanya cukup sekali di waktu malam dan memperbanyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran saat iftar (buka puasa) dan sahur guna mempercepat proses penyembuhan penyakit.

“Jangan makan buah-buahan bersamaan dengan makan makanan berat. Sebaiknya makan sayur-sayuran salad sebelum makan makanan berat agar dapat memberi energi pada enzym di dalam tubuh dan memperlancar proses pencernaan,” katanya.

“Seseorang yang dapat mencegah banyak penyakit dan problem kesehatan, jika ia telah mengurangi kadar makan dan lebih baik mengkonsumi sayur-sayuran dan buah-buahan daripada makanan gorengan,” kata Dr Karim, yang juga Direktur Hygiene Naturopathy Hospital di kota Calicut, India.

Dr Karim secara khusus menyoroti kebiasaan makan umat Muslim India yang menyebabkan mereka menderita beragam penyakit.

“Di India terdapat sekitar 145 juta warga Muslim, atau 12 persen dari total penduduk negara itu. Hampir 90 persen di antara mereka (warga Muslim) berobat di rumah sakit akibat menderita beragam jenis penyakit,” katanya.

Pada waktu yang sama, katanya, persentase warga Hindu yang masuk rumah sakit hanya sekitar 10 persen. Padahal mereka merupakan penduduk mayoritas, 78 persen, di India.

Menurut dia, hal itu terjadi karena kebiasan makan warga Muslim India berbeda dengan warga Hindu setempat.

Kebanyakan warga Hindu adalah vegetarian (mengonsumsi sayur-sayuran) dan sedikit makan, dibandingkan dengan warga Muslim — yang lebih suka mengonsumsi daging dan makanan gorengan ketimbang sayur-sayuran.

Untuk menghindari orang mengidap banyak penyakit, Dr Karim mengumandangkan suatu ideologi baru Cure without medicine (Sehat tanpa Obat).

“Hal ini telah mendorong pengadaan beberapa rumah sakit naturopathi di India dan di mana-mana di seluruh dunia,” katanya.

Dijelaskannya, di India saat ini telah berdiri 300 rumah sakit naturopathi berbasis obat dan ramuan alami.

Di negara bagian Karala, India selatan, tempat berbaktinya Dr. Karim, telah berdiri 30 rumah sakit naturopathi.

Bapak Pendiri India, Mahatma Ghandi, merupakan tokoh pengguna obat alami dan dia pula yang mendorong berdirinya rumah sakit naturopathi itu. (Ant/OL-1)

Sumber: Media-indonesia.com | 20 September 2007

  • Share/Bookmark

Beri Tanggapan