Sedang Membaca

Dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, pola makan kita akan berubah drastis. Bagi sebagian orang, menjalankan ibadah puasa bisa menurunkan berat badan. Namun bagi sebagian yang lain, ibadah puasa justru malah semakin menambah bobot tubuhnya. Ini lantaran pola makan yang salah saat sahur dan berbuka. Lantas, pola makan seperti apa yang harus kita terapkan agar tubuh kita tetap ideal, meski menjalankan ibadah puasa.

Di bulan yang suci ini, umat muslim diperintahkan untuk menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan ibadah puasa. Tidak makan dan minum adalah salah satunya. Selama kurang lebih 12 jam dalam jangka waktu 30 hari, tubuh diberikan pola hidup baru untuk mengalihkan pola makan mereka menjadi petang dan dini hari.

Menurut dr Inayah Budiasti, MS, SPGK, puasa di bulan Ramadhan adalah wktunya tubuh untuk berbenah diri setelah kurang lebih 10-12 bulan bekerja penuh dan maksimal dengan istirahat yang terbatas (hanya 5-8 jam sehari, yakni saat tidur). Dengan waktu yanag cukup lama, diharapkan setelah puasa, tubuh akan kembali bekerja dengan kinerja yang terbaik.

“Puasa adalah masa detoksifikasi atau proses untu membuang racun yang didapat dari makanan yang kita makan dan dari lingkungan sekitar. Karena terkadang, kita tidak mengetahui kalau lingkungan tersebut sudah tercemar,” katanya.

Ditambahkan pula olehnya, puasa adalah cara membuang racun terbaik dibandingkan dengan cara-cara yang ditawarkan klinik-klinik kecantikan.

Setiap manusia terutama perempuan memiliki metabolisme yang berbeda-beda dalam mengurai makanan. Sehingga terkadang seseorang akan terlihat memiliki postur yang tidak sama, sekalipun jenis makanan dan waktu memakan yang sama.

Perbedaan metabolisme manusia seperti diterangkan oleh dr Inayah adalah, ada seseorang yang metabolismenya baik (terlampau baik) sehingga orang itu akan mudah sekali menurunkan berat badan. Bahkan jauh melebihi penurunan berat badan yang ia inginkan.

“Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Mungkin faktor yang mudah diingat adalah gen (turunan) dan cara orang itu merawat organ dalam tubuh sehingga organ tersebut bekerja semakin baik,” tuturnya.

Pada orang yang metabolismenya baik, saat puasa penurunan berat badannya secara alami dapat mencapai 5-6 kilogram. “Itu pun tidak ada penambahan-penambahan obat atau semacamnya. Cukup teratur saja,” ujarnya.

Hasilnya pun akan semakin baik bila pada orang tersebut ditambah semacam latihan atau olahraga yang terprogram dengan kadar yang ringan, namun tepat guna.

Sedangkan yang kedua adalah mereka yang memiliki pencernaan kurang baik sehingga makanan tidak terurai secara sempurna dan mengendap menjadi lemak di bawah kulit.

“Sama seperti tadi, faktor gen dn pola hidup pun menjadi pencetusnya, “tandasnya.

Tidak seperti mereka yang memiliki metabolisme baik, orang yang pencernaannya kurang baik hanya mampu menurunkan berat badan hingga dua sampai empat kilogram saja. “Sebenarnya seseorang akan terlihat ramping selama puasa yang menghabiskan waktu 30 hari. Itu kalau mereka sudah bisa mengadaptasikan diri dengan pola hidup yang baru,” terangnya. (adit/genie/via)

Sumber: Okezone.com

  • Share/Bookmark

Beri Tanggapan