Sedang Membaca
Obat Tradisional Tidak Jamin Sembuhkan Diabetes Mellitus
Pengobatan dengan meminum beragam obat tradisional dan menggunakan berbagai metode non konvensional lainnya tidak menjamin dapat menyembuhkan penyakit Diabetes Mellitus (DM).
“Hingga sekarang masih belum terbukti secara medis dari berbagai penelitian bahwa terdapat sejumlah obat tradisional seperti jamu-jamuan tertentu yang dapat menyembuhkan penyakit diabetes,” kata Dr Salim Lim, SpPD, dalam diskusi tentang Diabetes Mellitus di Jakarta, Rabu.
Salim menuturkan, kekurangan dalam berbagai obat tradisional adalah kerap tidak mencantumkan efek samping yang dialami orang yang meminum obat tertentu.
Selain itu, ujar dia, berbagai metode non-konvensional seperti berendam di air belerang juga tidak akan menyebabkan orang sembuh dari DM.
“Berendam di air belerang tersebut mungkin dapat mengobati luka di tubuh seseorang yang sukar sembuh karena mengidap diabetes, tetapi tidak menyembuhkan diabetes orang tersebut,” kata Salim.
Ia memaparkan, bila seseorang divonis menderita DM, maka pertama kali gaya hidupnya akan dicoba untuk dimodifikasi antara lain dengan mengatur pola makannya dengan diet (misalnya mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat) dan memperbanyak aktivitas fisik seperti olahraga.
Salim yang berpraktek di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading itu mengemukakan, pentingnya aktivitas fisik tersebut karena umumnya orang yang menderita DM adalah mereka yang kelebihan berat badan.
“Berdasarkan metode BMI (Indeks Berat Badan), maka berat badan yang ideal bagi lelaki adalah tinggi badannya dalam sentimeter dikurangi 100, sedangkan yang perempuan adalah sama, tetapi dikurangi lagi dengan sepersepuluh dari hasil pengurangan sebelumnya,” katanya.
Bagi penderita DM yang sudah parah, maka pengobatannya bisa berkisar antara pemberian obat antidiabetik hingga pemberian injeksi insulin ke dalam tubuh.
Salim juga menjelaskan, terdapat dua tipe pemeriksaan gula darah, yaitu pemeriksaan dengan puasa sebelumnya, dan pemeriksaan sewaktu atau tidak puasa sebelumnya.
“Orang dapat dikatakan terkena penyakit diabetes bila hasil pemeriksaan kadar gula darah dengan puasa menunjukkan angka diatas 126, dan yang sewaktu tidak puasa menunjukkan angka di atas 200. Itu berdasarkan ketetapan American Diabetic Association,” katanya.(*)
Sumber: Antara News | 02/01/08





obat tradisional tidak menjamin kesembuhan diabetes …yg menjamin Allah SWT …kita hanya berusaha ..dengan menggunakan obat herbal yang terkontrol insya Allah akan ada perubahan yg lebih signifikan dibandingkan memakai obat dokter …saya lebih cocok dengan memakai mediabetea gula darah awal 380 hc1AC 10,2 setelah menggunakannya …gula darah bisa turun 123 dua jam setelah makan dan HB1ac menjadi 6,9 …
Yang namanya obat alami ciptaan Tuhan, saya yakin banyak yg mampu menyembuhkan diabetes. Hanya mungkin kita yang belum tahu herbal mana yg mampu menormalkan fungsi pankreas. Penelitian ilmiah mulai dari uji khasiat, toksisitas hingga klinik tentang herbal mungkin belum banyak karena memang butuh dana besar. Jadi saya tidak setuju kalau Bapak bilang Obat Tradisional/Obat Alami tidak menjamin kesembuhan penyakit diabetes. Bagi Pembaca mungkin ada yang tahu resep obat tradisional nenek moyang? atau Pengalaman mengobati dengan obat tradisional ? Silahkan bisa dikemukakan via apa saja guna kepentingan masyarakat.
Mau nanya Pak.
Saya sudah ± 4 bulan tidak makan nasi sebutirpun, tapi selain itu makan semua, hanya nasik saja.
Test gula darah puasa 139 kemudian setelah olah raga tanpa makan obat ( pkl. 09.00 olah raga waktu ada sinar matahari ) ± 2 minggu menjadi 119.
Waktu periksa urine, belum sampai ke air kemih.
Pertanyaan : Bagaimana untuk mempertahankan atau menormalkan sampai batas 100 pada standar alat Reflopton.
dmk.