Sedang Membaca

Ngeseks Bagi Pasangan Diabetes

Bila pria yang mengalami Diabetes Mellitus (DM) bisa mengalami ejakulasi dini, wanita justru mengalami penurunan gairah seksual atau frigiditas. Gejalanya, karena kurangnya lubrikasi sehingga vagina lebih kering. Dampaknya timbul rasa sakit saat melakukan intercourse dengan pasangannya. Yang parah, bisa terjadi infeksi atau alat kelamin laki-laki macet sehingga tidak bisa dikeluarkan.

Kepala Pusat Diabetes dan Nutrisi RSU dr Soetomo Surabaya, Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD-KEMD menyebutkan sebaiknya alat kelamin pria diolesi dulu dengan gel sebelum penetrasi, agar mendapat kemudahan.

“Gel itu sendiri berfungsi seperti pelumas dan tidak ada hambatan,” jelas Prof Askandar saat berbincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Senin (9/6/2008).

Dia mengimbau, bahwa pasangan yang mengalami DM tidak dilarang berhubungan seksual. Asalkan kadar gula darahnya tetap dijaga dan stabil. Bila ingin mendapat kepuasan, ada beberapa hal yang tepat dalam melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Bercinta pagi hari, segi positifnya tubuh dan jiwa masih segar setelah tidur nyenyak semalaman. Tentu saja kesegaran itu didukung untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan.

Saat bercinta siang hari segi plusnya diidentikkan dengan waktu istirahat, setelah melakukan seluruh kegiatan pagi sampai dengan menjelang siang hari. Biasanya orang akan merasa lepas dari beban kerja, sehingga tidak ada faktor yang akan menghambat fungsi seksual.

Sedangkan saat bercinta malam hari segi plusnya, mendapat suasana hening, redup dan tenang, apalagi bermukim di kota yang terasa panas dan sumpek. Ini merupakan faktor kejiwaan yang memberi ketenangan sekaligus rangsangan seksual. (fat/fat)

Sumber: DetikSurabaya | S09/06/2008 | Fatichatun Nadhiroh

  • Share/Bookmark

Beri Tanggapan