Sedang Membaca
Brownies to Die For!
Beberapa tahun yang lalu, John Bantle, MD, memberikan kue brownies kepada penderita kencing manis. Kue brownies yang dibuat dengan gula asli. Dan ternyata kadar gula darah mereka …tidak membubung tinggi.
Bantle dan koleganya waktu itu sedang membandingkan dua program menu makan. Kedua program mempunyai jumlah karbohidrat yang sama. Pada program menu yang satu, kebanyakan karbohidratnya berasal dari gula. Sedang yang lain, karbohidratnya sebagian besar berasal dari zat tepung. Peserta memakan satu jenis makanan dari satu program rencana makan selama 28 hari dan lalu pindah ke yang lain.
Kadar gula darah peserta pada hakekatnya adalah sama ketika mereka makan makanan berkadar gula tinggi maupun ketika memakan makanan berkadar zat tepung tinggi.
Kesimpulannya: Gula adalah bentuk lain dari karbohidrat. Permasalahannya adalah pada kadar karbohidratnya, bukan sumbernya. Itulah yang menentukan kadar gula dalam darah.
Itu terjadi 15 tahun yang lalu. Hingga hari inipun orang berpenyakit gula masih mendengar, “Jangan makan yang itu, ada gulanya !”
“Gagasan lama itulah yang membuat mati”, kata Bantle, seorang profesor ahli pengobatan di Universitas Minnesota, Minneapolis. “Gagasan tersebut sudah termakan lama. Bertahun-tahun orang pecaya bahwa jika kadar gula darah tinggi, maka secara intuitif dapat dipahami bahwa anda seharusnya tidak memakan gula.
Tetapi zat tepung adalah untaian dari molekul glukosa. Kalau semua orang paham bahwa zat tepung juga akan membuat kadar gula darah akan naik sebagaimana halnya gula.
Orang-orang yang sudah paham akan penyakit diabetes umumnya sudah mengerti akan hal ini. Namun pada sebagian besar masyarakat sepertinya hal ini masih belum dipahami. Apalagi bagi masyarakat kelas bawah kita yang menu pada menu makanan sehari-harinya lebih didominasi zat tepung (nasi, dsb).
Lebih lanjut Bantle menerangkan bahwa; “Memakan makanan yang mengandung gula tidak akan menyebabkan kadar gula darah yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan memakan makanan dari zat tepung, seperti roti, nasi atau kentang, jika jumlah kalorinya sama”.
Menikamati makanan manis setelah selesai makan sebagai hidangan penutup, akan meningkatkan jumlah karbohidrat dan gula darah pasti akan tinggi. Hal yang sama juga akan terjadi jika anda memakan nasi dalam porsi lebih besar pada makanan utama.
Bagaimana pengalaman anda dengan memakan penganan manis (bergula) dibandingkan dengan makanan dari zat tepung ? Apa anda pernah mencoba mengukur dengan alat ukur gula darah bagaimana tingkat gula darah anda jika makan sepotong brownise dibandingkan dengan sepiring nasi ?
(spd/rd)




