Kencing Manis Puasa ? Siapa Takut !
Segala yang terencana biasanya akan berjalan lebih mulus. Begitu juga dengan puasa, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan namun ingin menjalankan ibadah puasa yang diserukan Allah SWT kepada hambaNya yang beriman.
Apa saja yang dapat dilakukan agar puasa mereka lancar dan tidak memperburuk masalah kesehatan yang telah ada sebelumnya?
Berikut tips yang disarikan dari Simposium Mini bertema: Tetao Sehat dan Bugar Selama Bulan Ramadhan yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Forum, belum lama berselang.
Sebelum bulan Ramadhan tiba, sempatkanlah memeriksakan kesehatan ke dokter. Nantinya, dokter akan memeriksa kondisi terkini tubuh anda. Misalnya, ada tidaknya komplikasi penyakit lain. “Periksa kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan fungsi ginjal” saran dr Dante Saksono Harbuwono SpPD.
Dokter juga bakal membantu Anda merencanakan puasa secara individual. Perencanaan yang dimaksud terkait dengan obat yang biasa anda konsumsi. “Jangan tanya bagaimana penyesuaiannya dengan sesama diabetesi (pengidap penyakit diabetes melitus). Kondisi tiap orang kan berberda,” Dante mengingatkan.
Jika dokter menilai kondis Anda memungkinkan untuk berpuasa, berupayalah untuk tetap menjaga kestabilan kondisi kesehatan Anda, terutama di pekan pertama puasa. Sebab, di masa itu, tubuh masih dalam tahap penyesuaian dengan pola makan dan konsumsi obat yang baru. “Ukur kadar gula darah Anda dua jam setelah sahur, pukul satu siang, dan pukul empat sore,” cetus dokter spesialis penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta ini.
Pengukuran gula darah secara berkala di minggu pertama puasa amat penting bagi diabetesi. Hanya dengan cara itulah diabetesi dapat menghindari resiko terjadinya penurunan kadar gula darah secara drastis alias hipoglikemi. “Segera hentikan puasa jika sesudah sahur dan minum obat, kadar gula darah kurang dari 80 mg/dl. Jika diteruskan berpuasa, pada siang hari nanti angkanya bisa lebih merosot lagi,” papar Dante.
Diabetesi juga dianjurkan untuk membatalkan puasa ketika mengalami peningkatan kadar gula darah, yakni lewat dari 250 mg/dl. Demikian pula jika Anda tiba-tiba mengalami sakit berat. “Kalau Anda mengalami hal tersebut, jangan dipaksakan untuk berpuasa,” kata staf Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI ini.
Selama berpuasa, waspadai kekurangan cairan. Batasai meminum teh atau kopi yang justru merangsang urinasi (buang air kecil). Air putih atau jus buah baik untuk dikonsumsi antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Hindari terlalu banyak es karena dapat membuat perut terasa lebih cepat kenyang dan menurunkan nafsu makan.
Ada baiknya, saat berbuka puasa, sediakan pisang. Mengapa? sebab pisang merupakan sumber kalium, magnesium, dan karbohidrat. Kurma juga bagus karena mengandung gula serat, karbohidrat, kalium, natrium, kalsium, fosfor, magnesium, dan zat besi.
Pada saat yang sama, tekanlah nafsu untuk menyantap makanan yang lebih cepat dicerna, seperti penganan yang banyak mengandung gula. Untuk diketahui, beigut tercerna gula akan langsung masuk ke dalam darah.
Dikutip dari rubruk kesehatan Koran Republika Ahad 31 Agustus 2008





