Rumah Diabetes

Rumah Diabetes

Informasi dan panduan lengkap diabetes

Rumah Diabetes RSS Feed
 
 
 
 

Agar Diabetesi tidak Hiperglikemi dan Hipoglikemi Selama Puasa

Sudah lebih dari setengah masa puasa terjalani. Karena Ramadhan hanya sekali dalam setahun, kaum Muslim pasti akan menjalankannya. Tidak terkecuali para penderita diabetes yang disebut diabetesi.

Diabetes memang bukan halangan bagi para diabetesi untuk berpuasa. Begitu kata Ety Ginanjar, seorang healthcare nutrition yang juga bussiness manager assistant Vice President PT Nestle Indonesia.

Menurutnya, diabetesi dapat berpuasa selama mereka mampu mengatur pola makannya dengan baik. ”Dalam hal ini sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi untuk menentukan makanan-makanan mana yang dianjurkan dan tidak untuk dikonsumsi selama berpuasa,” ujar lulusan Fakultas Gizi Masyarakat IPB itu.

Dr Lora Sri Nofi SKM, ahli gizi yang berpraktik di RSCM, juga menegaskan bahwa pada prinsipnya diabetesi dapat berpuasa selama dapat mengontrol pola makan dengan baik sehingga kadar gula darahnya dapat tetap terkontrol. ”Bagi penderita diabetes tipe satu dan diabetesi yang mengalami komplikasi memang lebih banyak tidak dianjurkan untuk berpuasa,” ujarnya.

Lora sangat menganjurkan para diabetesi untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berpuasa. ”Konsultasi sangat perlu untuk mengatur jumlah asupan makan dan konsumsi obat yang tepat bagi diabetesi selama berpuasa,” tutur lulusan Akademi Gizi Hang Jebat, Jakarta, ini.

Menurutnya, secara garis besar kebutuhan energi seorang yang berpuasa sama dengan hari-hari biasa. ”Total kebutuhan energi seseorang dipengaruhi oleh jenis kelamin, jenis aktivitas, dan usia sehingga tidak dapat disamaratakan pada semua orang,” kata Lora.

Tapi, lanjutnya, ketika berpuasa perlu dibagi-bagi pemenuhan kebutuhan energi pada setiap makan sahur dan berbuka. ”Untuk sahur baiknya memenuhi 40 persen total kebutuhan energi untuk sehari, 50 persen saat berbuka dan 10 persen lagi setelah shalat tarawih,” ujar wanita yang berpraktik di Klinik Anakku, Cinere, Jakarta Selatan, ini.

Pembagian pemenuhan energi yang dibutuhkan ini penting untuk menghindari kenaikan gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemi) maupun penurunan kadar gula darah (hipoglikemi). ”Pada penderita diabetes, kadar gula darah harus dijaga agar selalu stabil karena hiperglikemi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah, sementara hipoglikemi dapat menyebabkan diabetesi kehilangan kesadaran,” ujar Ety.

Karena itu, ketika makan diabetesi sangat dianjurkan untuk selalu mengingat tiga J yaitu, jenis, jumlah, dan jadwal. ”Sebaiknya selalu memperhatikan jenis makanan dengan gizi berimbang, jumlah yang secukupnya, dan jadwal makan harus selalu teratur,” ujar Lora, yang lulus dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.

Perhatikan GIR
Dalam menu gizi berimbang sangat penting untuk memperhatikan karbohidrat, lemak, protein hewani maupun nabati, mineral, serat, dan air. ”Orang yang diabetes bukan berarti tidak boleh sama sekali makan gula. Boleh, tapi perhatikan jumlahnya,” ujar Ety.

Menurutnya, dalam memilih makanan seorang diabetesi juga harus memperhatikan tinggi rendahnya Glikemik Indeks Rasio dari tiap makanan yang akan dikonsumsi.

Glikemik Indeks Rasio (GIRK) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu diubah menjadi gula. ”Di bawah angka 55, Glikemik Indeks Rasionya termasuk rendah,” ujar Ety. Makanan yang memiliki GIR rendah berarti ketika dikonsumsi makanan tersebut tidak terlalu cepat diubah menjadi gula di dalam tubuh.

Tips Puasa bagi Diabetesi
Walaupun tinggal beberapa hari lagi puasa berakhir, tips ini tetap bermanfaat sebagai pengingat bagi para diabetesi maupun pengetahuan bagi mereka yang bukan diabetesi. Menurut dr Lora Sri Nofi SKM, ahli gizi dari RSCM Jakarta dan Ety Ginanjar, seorang healthcare nutrition, agar para diabetesi nyaman menjalankan puasa, berikut tipsnya.

1. Jangan terlalu memforsir diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
2. Segera berbuka puasa dengan makanan dan atau minuman manis apabila saat berbuka tiba.
3. Sahur di saat-saat mendekati Imsak sehingga pemecahan gula di dalam tubuh tidak terjadi terlalu cepat.
4. Atur porsi makan dan senantiasa disiplin dengan waktu makan yang telah ditetapkan.
5. Lebih baik makan sedikit-sedikit tapi sering untuk menghindari kenaikan kadar gula darah yang terlalu tinggi.
6. Jangan tergoda untuk memakan makanan yang terlau berlemak atau makan terlalu banyak ketika sedang berbuka puasa. ci2

Sumber Koran Republika 2008-09-23 11:46:00

One Response to “Agar Diabetesi tidak Hiperglikemi dan Hipoglikemi Selama Puasa”

  1. 1
    Transfer Factor:

    Bagi anda yang sudah lelah melakukan berbagai pengobatan Diabetes / luka Diabetes yang tidak kunjung sembuh dan telah menghabiskan biaya yang tidak sedikit, mungkin perawatan dengan menggunakan Transfer Factor dapat membantu, info detail : http://www.4lifeindonesia.co.nr

Leave a Reply