Sedang Membaca

Jika selama ini pola tidur Anda kurang atau justru berlebih dari delapan jam per hari, bisa jadi alasan mengapa nantinya Anda menderita diabetes.

Para peneliti di Université Laval’s Faculty of Medicine menemukan, orang yang tidur terlalu banyak atau kurang, memiliki kemungkinan untuk terjangkit diabetes tipe 2 atau kelainan toleransi glukosa.

Risikonya hingga 2,5 kali lebih tinggi pada orang yang tidur kurang dari 7-8 jam setiap malam. Penemuan tersebut dipublikasikan baru-baru ini pada situs journal Sleep Medicine.

Para peneliti dari studi tersebut Jean-Philippe Chaput, Angelo Tremblay dan Jean-Pierre Després of Université Laval, Claude Bouchard dari Pennington Biomedical Research Center di Baton-Rouge serta Arne Astrup dari the University of Copenhagen.

Mereka mengambil kesimpulan tersebut, setelah menganalisa pola hidup lebih dri 276 partisipan selama enam tahun. Sekitar 20% dari partisipan yang memiliki waktu tidur terlalu panjang atau pendek cenderung memiliki diabetes atau kelainan toleransi glukosa, dibandingkan hanya sekitar 7% dari partisipan yang memiliki waktu tidur normal.

Bahkan setelah mempertimbangkan dampak dari berbagai perbedaan indeks masa tubuh masing-masing partisipan, risiko diabetes dan resistensi insulin, tetap saja risiko mengalami diabetes tipe 2 atau kelainan toleransi glukosa tetap lebih tinggi dua kali lipat jika dibandingkan yang tidur lebih panjang atau pendek dengan yang tidur dengan waktu normal.

Para peneliti juga menggarisbawahi, risiko diabetes tidak hanya dari kebiasaan tidur. Semakin banyaknya penelitian membuktikan adanya hubungan yang erat antara tidur dan obesitas.

Peneliti mengobservasi orang dewasa yang tidur antara 7-8 jam setiap malam memiliki kemampuan optimal untuk melawan penyakit umum dan kematian pada usia muda.

Namun, tampaknya semakin sedikit orang yang tidur dalam waktu yang cukup. Survei yang dilakukan pada tahun 1960 menunjukkan para warga Amerika Serikat tidur sekitar 8-8,9 jam per malam. Sementara itu, pada tahun 1995, waktu tidur tersebut turun hingga 7 jam.

Terakhir, sebuah penelitian yang kemudian dilakukan oleh National Center for Health Statistics pada tahun 2004 menemukan, 1/3 orang dewasa usia 30-64 tahun tidur kurang dari 6 jam setiap malam. (sciencedaily/rin)

Sumber: Republika Online | 27 April 2009

  • Share/Bookmark

10 Komentar

  1. harsono says:

    saya berumur 39thn. saya termasuk orang yang sibuk kerja dan tidak pernah berolahraga. baru-baru ini saya terkena diabetes (kadar gula dlm darah 325) dan sekarang sudah sembuh setelah minum rutin susu bubuk kedelai hitam. (kedelai yg hitam ya? bukan yg putih). sekarang saya tidak pernah mengkonsumsi obat dokter lagi dan hanya minum susu kedelai tersebut 2x sehari. gula darah saya sekarang normal(130). semoga pengalaman saya ini berguna bagi penderita diabetes yang lain yang saya tau jumlahnya tidak sedikit di indonesia, terutama bagi mereka yang kantongnya pas-pasan. jika ada pertanyaan, anda bisa menghubungi saya di email: sipaulkra@yahoo.co.id atau sipaulkra@gmail.com. terima kasih

  2. Shally Lia says:

    Setuju!!! Pola hidup menentukan kesehatan kita…

    -www.thetransferfactorindonesia.com-

  3. qiesz says:

    yang penting jaga kesehatan diri sendiri, baik itu pola makan, ckup istirahat, olah raga minimal 3X smingu, dan jangan lupa berdoa pd yg Maha Pencipta spy ttp d’brikan ksehtn,, mnurt sy tu dh ckp

  4. lee says:

    prasaan gag jga dh,
    yang pnting balik lagi k orangnya,, skalipun tidur cma 3-4 jam per hari,
    yang penting orangnya slalu jaga pola makan+ daya tahan tubuhnya y gag masalah…

  5. ulfa says:

    menurut saya diabes timbul buka n akibat darI kurang tidur melain pola makan yang tidak bagus dan kurangnya olah raga.tetapI jangan berkecil hatI para penderita diabes sebab sekarang sudah ada ekstrak darI bahan yaitu ekstrak kayu manis yang mampu mengontrol gula darah anda.produk tersebut juga sangat mudah untuk dI dapatkan, silahkan hubungI kami di 02715803803; 081567688808 atau email ke ulfa.jvp@gmail.com.sudah banyak yang membuktikan lo….

  6. ulfa says:

    menurut saya buka masalah

  7. yusilia says:

    saya baru saja kena penyakit diabetes…..

    padahal saya baru berusia 20th….

    bagaimana yaaaa saya harus mengatasinya????!

    orang tua saya tidak mampu membiayai pengobatan saya…..

  8. joko says:

    klo di indonesia masih ada kok budaya tidur siang, tapi tetep aja banyak penderita diabetes. ujung-ujungnya makanan :-)

  9. difa says:

    Ayah ibu saya DM, saya sangat suka makan terutama ngemil dan jarang olah raga, pola tidur saya juga kurang baik, apalagi saya kerja brangkat pagi pulang malam (tdk biasa tdr siang) dan harus menunggu anak2 saya tidur lebih dahulu (biasanya mereka baru tidur skitar jam 10 s.d 12-an malam, krn siang tll lama tdr) blm lg kl mereka bangun untuk minum, kencing, panas dll. Makanya badan sy sering berasa kurang fit dan sering sakit kepala juga spt masuk angin. Pola tdr ataupun jadwal tdr yg spt apa yg cocok buat saya

  10. Admin says:

    Pengalaman pribadi saya, hampir selama 15 tahun pola tidur saya benar-benar kacau dan selalu kurang dari 7 jam. Kalaupun lebih dari 8 jam, itu setelah sebelumnya bergadang semalam suntuk. Kini saya menderita diabetes Tipe 2.

Beri Tanggapan