Diet & Makanan
Mengkonsumsi lebih banyak bayam dan sayuran hijau lain dapat mengurangi resiko Diabetes Type 2, demikian hasil satu studi yang disiarkan Jumat di British Medical Journal (BMJ), seperti dilaporkan AFP.
Penelitian tersebut menjelajahi daerah kontroversial, dan penulisnya mengingatkan mengenai perlunya penyelidikan lebih lanjut guna mengkonfirmasi temuan itu.
Lanjutkan Membaca “Sayuran Hijau Kurangi Resiko Diabetes Type 2” »
Ketika memiliki perut yang terlalu buncit, orang akan mengaitkan dengan konsumsi makanan yang terlalu banyak. Demikian pula sebaliknya. Tak salah bila mengaitkan perut dengan pola makan, perut (dari bagian di bawah dada dan di atas panggul) memang memiliki fungsi utama sebagai tempat pencernaan dan penyerapan makanan.
Lanjutkan Membaca “Risiko di Balik Perut Tambun” »
Berdasarkan penelitian Amerika Serikat (AS), pemakan beras merah atau bebijian gandum lainnya memperlihatkan risiko yang lebih rendah untuk terkena diabetes dibanding pemakan nasi putih.
Tim peneliti dari Harvard School of Public Health and Brigham and Women`s Hospital menganalisa sekitar 200.000 orang dewasa selama 22 tahun dan menemukan pemakan nasi putih halus dikaitkan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2.
Lanjutkan Membaca “Beras Merah Rendah Risiko Diabetes” »
Anda menyukai hotdog atau burger yang berisi dua iris bacon atau sepotong sosis? Nilai masing-masing jenis ini rata-rata hanya 50 gram, namun bila dikonsumsi setiap hari hasilnya sungguh tidak ingin Anda dengar.
Penelitian terbaru dari Harvard School of Public Health di Amerika menunjukkan bahwa mereka yang setiap hari mengonsumsi daging yang telah diproses (seperti ham, sosis, dan bacon), akan meningkatkan risiko penyakit jantung (42 persen) dan diabetes mellitus tipe 2 (19 persen). Yang dimaksud dengan daging yang diproses di sini adalah semua jenis daging yang diolah dengan cara diasap atau diasinkan.
Lanjutkan Membaca “Ham dan Sosis Meningkatkan Risiko Diabetes” »
Di jaman ketika pola hidup sehat makin sering digaungkan, makin banyak pula bermunculan produk-produk yang diklaim sebagai “sugar free”, atau “no sugar added”. “No added sugar” artinya tidak ada bahan dasar mengandung gula yang ditambahkan selama pemrosesan. “Sugar free” artinya makanan tersebut tidak mengandung gula, tetapi mungkin menambahkan pemanis buatan.
Tetapi benar enggak sih, makanan yang “sugar free” tersebut aman untuk kesehatan?
Lanjutkan Membaca “Mengenali Kadar Gula dalam Makanan” »
Masih tentang kolesterol. Kolesterol tinggi biasanya ditandai dengan tangan / kaki yang mudah kesemutan, tengkuk kepala terasa tegang, dan sakit kepala di daerah belakang. Sebagaimana halnya diabetes, kolesterol juga bisa dikendalikan dengan pola makan sehat dan seimbang, serta olahraga yang cukup.
Kolesterol sendiri sebenarnya diperlukan oleh tubuh, dibuat oleh hati dan penting untuk banyak proses, termasuk produksi hormon seks dan vitamin D, serta untuk fungsi otak dan saraf. Dr. John Gullota, Ketua AMA Therapeutics Committee seperti dikutip Good Health & Medicine mengatakan bahwa sekitar 75% dari kolesterol dihasilkan oleh tubuh dan 25% sisanya diperoleh dari makanan.
Lanjutkan Membaca “Makanan dan Kandungan Kolesterolnya” »
Resep untuk menjadi langsing tidak sama bagi semua orang. Berikut bocoran resep langsing dari 10 selebriti dunia yang ternyata tidak semuanya melakukan diet ketat dan olahraga keras, ada beberapa selebriti yang tampak santai saja dalam menjaga keindahan tubuhnya. Keberhasilan para seleb itu barangkali bisa menjadi masukkan atas “gaya” diet yang akan Anda tempuh.
Lanjutkan Membaca “Resep Langsing Selebriti Dunia” »
Penderita DM atau Diabetes Melitus biasanya tidak hanya terganggu kadar gula darahnya, tapi juga berimbas pada memburuknya koleseterol darah. Untuk itu ada beberapa resep dari berbagai jenis tanaman sayur dan buah yang bermanfaat untuk menetralisir kadar kolesterol. Beberapa jenis tanaman ada yang juga sekaligus bermanfaat menurunkan gula darah, seperti buncis dan jamur lingzhi.
Lanjutkan Membaca “13 Jenis Sayur dan Buah Penggelontor Kolesterol” »
Minuman buah yang mengandung gula sebagai minuman kesehatan, ternyata meningkatkan risiko diabetes dan menambah berat badan.
“Masyarakat harus waspada bahwa minuman jenis ini bukanlah minuman sehat pengganti minuman ringan sehubungan dengan adanya risiko diabetes tipe 2,” papar sang peneliti, Julie Palmer dan timnya di Boston University yang tertulis dalam laporan penelitiannya pada arsip medis internal seperti yang dilansir Reuters.
Lanjutkan Membaca “Minuman Buah Menyebabkan Diabetes” »
Kaum perempuan yang ingin menghindari penyakit diabetes tipe dua sebaiknya mengisi piring mereka dengan sayuran hijau dan semua jenis buah-buahan. Akan tetapi, mereka disarankan menunda konsumsi jus buah.
Dengan menambah konsumsi buah-buahan setiap hari atau meningkatkan asupan sayuran hijau, seperti bayam, akan menurunkan risiko berkembangnya diabetes pada periode usia di atas 18 tahun. Hal ini berdasarkan studi kesehatan keperawatan yang melibatkan 71.346 responden perempuan sebagaimana dipublikasikan Diabetes Care, Juli 2008.
Lanjutkan Membaca “Jus Buah Terkait Erat dengan Diabetes” »




