Diet & Makanan

Makan kambing saat hari raya kurban sudah jadi tradisi. Tapi jangan sampai kebanyakan makan kambing atau daging karena tekanan darah bisa naik tinggi. Kenapa makan kambing cepat bikin tensi naik?

Daging kambing yang dikonsumsi memang bisa menyebabkan tekanan darah seseorang menjadi tinggi, apalagi jika orang tersebut sudah memiliki riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi). Naiknya tekanan darah ini disebabkan oleh energi yang dihasilkan dari daging kambing yang dikonsumsi tersebut sangat tinggi.
Lanjutkan Membaca “Kenapa Makan Kambing Bikin Tensi Naik?” »

  • Share/Bookmark

Ternyata sinyal rasa lapar memiliki tingkatan, mulai dari sangat lapar, lapar, hingga agak lapar. Ini semua dijadikan tolok ukur untuk mengendalikan nafsu makan yang berlebih. Tetapi jika kita masih kesulitan membedakan rasa lapar, jangan kuatir, gunakan penunjuk waktu sebagai ukuran.

Para ahli kesehatan mengatakan, biasanya lambung akan kosong 4 jam setelah waktu makan kita terakhir. Itu artinya, kita dihalalkan untuk menyantap makanan setiap 4 jam sekali. Metode ini bahkan aman untuk diterapkan pada kita yang tengah berdiet.
Lanjutkan Membaca “Ingin Kurus, Makanlah Setiap 4 Jam!” »

  • Share/Bookmark

Banyak orang yang memanfaatkan kentang sebagai makanan pokok dalam program diet mereka ketimbang nasi putih. Sehatkah pilihan tersebut?

Kentang memang kaya akan kandungan vitamin A dan B, karbohidrat, serat, sodium, potasium, fosfor, dan zat besi. Kandungan phytonutrient dalam kentang juga merupakan zat gizi yang berfungsi sebagai antioksidan atau penangkal radikal bebas. Selain itu, padatnya karbohidrat tapi dengan nilai kalori yang lebih kecil dalam kentang ketimbang nasi, membuat makanan yang berasal dari tumbuhan menjalar ini menjadi primadona dalam menu program diet kita. Bayangkan saja, satu kentang berukuran sedang mengandung kurang lebih 150 kalori saja. Sedangkan dalam satu piring nasi bisa terkandung sampai 240 kalori.
Lanjutkan Membaca “Pilih Mana, Nasi atau Kentang?” »

  • Share/Bookmark

Di Indonesia terdapat kurang lebih ada 25 juta penderita diabetes mellitus, sedangkan di Jakarta 1 dari 7 orang mengidap penyakit diabetes. Dan jumlah ini belum termasuk dengan orang yang memiliki faktor risiko.

Penyakit diabetes adalah gangguan penggunaan glukosa yang terjadi di dalam tubuh. Diabetes tidak terjadi secara begitu saja. Sebelum seseorang didiagnosis menderita diabetes, mereka mengalami fase normal, lalu meningkat menjadi prediabetes dan akhirnya menderita diabetes.
Lanjutkan Membaca “Kenali Risiko Diabetes Sebelum Berpuasa” »

  • Share/Bookmark

Predikat brokoli sebagai superfood sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak riset yang menunjukkan betapa makanan alami ini kaya akan zat-zat yang berfaedah bagi kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Peneliti dari Universitas Warwick meyakini, zat yang bernama sulforaphane ini, memiliki peran besar dalam memulihkan kembali pembuluh darah.
Lanjutkan Membaca “Brokoli Makanan Penting Bagi Diabetesi” »

  • Share/Bookmark

Makan kedelai hitam secara teratur mungkin mencegah kegemukan bahkan menurunkan risiko serangan diabetes. Meski baru terbukti pada tikus, saran ini patut dipertimbangkan.

Dalam penelitian yang dimuat dalam Journal of the Science of Food and Agriculture edisi Februari, tim peneliti dari Korea Selatan mempelajari pengaruh diet kedelai hitam terhadap 32 ekor tikus. Setiap hari, tikus-tikus tadi diberi makan sebanyak-banyaknya dengan kandungan kedelai hitam yang bervariasi.
Lanjutkan Membaca “Kedelai Hitam Cegah Diabetes dan Kegemukan” »

  • Share/Bookmark

Penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, darah tinggi serta kanker hati sekarang masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Belakangan, penyakit tersebut tak hanya menyerang orang lanjut usia karena faktor degeneratif tapi usia produktif.

Indonesia pun dikenal sebagai negara dengan pengidap diabetes nomor empat terbnyak di dunia. Usia penderita diabetes pun makin merentang ke bawah dengan usia 25-45 tahun. Sementara sepuluh tahun lalu pasien diabetes rata-rata mereka yang berusia 50 tahun ke aras.
Lanjutkan Membaca “Teh Hitam, Peredam Penyakit Jantung, Kanker dan Diabetes” »

  • Share/Bookmark

Penderita diabetes sebaiknya menghindari makanan yang berbahan baku tepung seperti roti dan mie selama menjalankan ibadah puasa.
Mereka sebaiknya mengkonsumsi makanan saat berbuka puasa dalam jumlah kecil namun lebih sering.

Pakar gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr H Hardinsyah MS mengatakan di Bogor, Rabu, jenis makanan yang dikonsumsi penderita diabetes pada dasarnya tidak berbeda pada saat puasa ataupun tidak puasa.

“Hanya saja, makan dalam jumlah kecil dan lebih sering,” katanya.
Lanjutkan Membaca “Penderita Diabetes, Hindari Makanan Berbahan Tepung” »

  • Share/Bookmark

Brownies to Die For!Beberapa tahun yang lalu, John Bantle, MD, memberikan kue brownies kepada penderita kencing manis. Kue brownies yang dibuat dengan gula asli. Dan ternyata kadar gula darah mereka …tidak membubung tinggi.

Bantle dan koleganya waktu itu sedang membandingkan dua program menu makan. Kedua program mempunyai jumlah karbohidrat yang sama. Pada program menu yang satu, kebanyakan karbohidratnya berasal dari gula. Sedang yang lain, karbohidratnya sebagian besar berasal dari zat tepung. Peserta memakan satu jenis makanan dari satu program rencana makan selama 28 hari dan lalu pindah ke yang lain.
Lanjutkan Membaca “Brownies to Die For!” »

  • Share/Bookmark

Sebagaimana diketahui bahwa para ahli telah sepakat bahwa penyebab nomor satu dari sebagian besar penyakit adalah kurangnya vitamin dan mineral tertentu dalam tubuh. Padahal vitamin dan mineral ini begitu melimpah ruah dalam buah dan sayuran segar disekeliling kita. Tetapi sebagian besar dari kita sangat sulit untuk makan buah dan sayuran sebanyak yang kita perlukan. Jika anda sanggup atau punya waktu untuk mengunyah sekantung wortel atau sekantung bayam sehari, maka artikel ini bukan untuk anda.
Lanjutkan Membaca “Jus sebagai Penyembuh” »

  • Share/Bookmark