Komplikasi

Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pengidap diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satu kondisi buruk dan mahal ialah gagal ginjal yang menyebabkan pengidap terpaksa cuci darah.

”Pasien cuci darah terbanyak biasanya pengidap diabetes dan kemudian diikuti darah tinggi,” ujar Dante Saksono Harbuwono, spesialis penyakit dalam dari Divisi Metabolik dan Endokrin Universitas Indonesia, dalam acara ajang wicara tentang diabetes pada Women Health Expo, Jumat (5/2/2010).
Lanjutkan Membaca “Diabetes Dapat Berujung pada Cuci Darah” »

  • Share/Bookmark

Gus Dur Sakit DMSejak diberitakan bahwa Gus Dur kembali jatuh sakit akibat gula darahnya turun, saya sudah menduga-duga kemungkinan beliau mengalami Hypoglikemia (turunnya kadar gula darah). Apalagi dikabarkan beliau mengalami kelelahan fisik setelah melakukan berbagaia aktifitas beberapa hari sebelumnya.

Dimulai dengan glaukoma pada 24 tahun silam hingga kehilangan sebelah penglihatannya, kondisi Gus Dur terus digerogorti oleh the silent killer: DM atau Diabetes Melitus, yang sering juga disebut Kencing Manis. Komplikasi akibat DM ini juga menggangu fungsi jantung dan pembuluh darah yang mengakibatkan beliau stroke, hingga gangguan pada ginjalnya yang membuat Gus Dur harus rutin cuci darah.
Lanjutkan Membaca “Gus Dur Sang Guru Bangsa direnggut Komplikasi Diabetes” »

  • Share/Bookmark

MITOS #1:
Pada orang berkadar kolesterol tinggi jika berolahraga, diet dan dalam keadaan fit, berarti kolesterol pasti baik

FAKTA:
Selain olahraga dan diet ada hal lain yang mempengaruhi kadar kolesterol, seperti berat badan, merokok, riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin. Agar kadar kolesterol tetap terkontrol dibutuhkan pola hidup sehat (diet dan olahraga), serta kepatuhan minum obat, dll.

MITOS #2:
Kadar kolesterol yang tinggi dan penyakit kardioserebrovaskular hanya masalah pria.
Lanjutkan Membaca “9 Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol” »

  • Share/Bookmark

Kolesterol_HDL_LDL

Kata Kolesterol sudah sering kita dengar sehari-hari. Kata Kolesterol sangat melekat dengan hal-hal seputar makanan lezat, berat badan yang berlebihan, usia, dan lain sebagainya. Kolesterol cenderung dikenal sebagai sesuatu yang negatif dan harus kita hindari.

Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks, yang 80% dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20% sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel.

Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi, sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat.

Kolesterol tidak larut dalam cairan darah, untuk itu agar dapat dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut Lipoprotein, yang dapat dianggap sebagai ‘pembawa ‘ (carrier) kolesterol dalam darah.

Apakah kolesterol berbahaya?
Lanjutkan Membaca “Kolesterol dan Diabetes (Kencing Manis)” »

  • Share/Bookmark

Komplikasi penyakit diabetes tak hanya penyakit jantung, kerusakan ginjal kronik, kerusakan retina yang mengakibatkan kebutaan, kerusakan system saraf, dan kerusakan sel darah, yang dapat mengakibatkan disfungsi ereksi dan luka yang sukar sembuh.

Penelitian terbaru Alblowi et al yang berjudul High Levels of TNF-Contribute to Accelerated Loss of Cartilage in Diabetic Fracture Healing” pada jurnal Pathology edisi Oktober 2009 mengungkapkan bahwa penderita diabetes juga mengalami lambatnya proses penyembuhan tulang yang patah. Hal ini karena molekul penyebab radang TNF-_ berkontribusi untuk memperlambat penyembuhan patah tulang pada pasien diabetes.
Lanjutkan Membaca “Diabetes Lemahkan Tulang” »

  • Share/Bookmark

Selama ini orang lebih banyak fokus pada masalah kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) karena bisa memicu beberapa komplikasi dalan jangka panjang. Tapi memiliki tekanan gula darah yang rendah juga bisa berbahaya bagi pasien karena bisa menyebabkan dirinya mengalami koma (hilang kesadaran).

Orang yang memiliki penyakit diabetes berisiko mengalami serangan hipoglikemia (tekanan gula darah yang rendah). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Inggris, dari 2.000 pasien penderita diabetes tipe 2 hampir 50 persen pernah mengalami gejala hipoglikemia.
Lanjutkan Membaca “Bahaya Tekanan Gula Darah yang Kelewat Rendah” »

  • Share/Bookmark

Tidak seorangpun mengharapkan hilangnya kemampuan melihat. Namun, akibat gaya hidup yang kurang sehat dan pola hidup sedenter (kurang olahraga), penyakit seperti diabetes tidak bisa dihindari. Jenis yang satu ini sedang mewabah di seluruh dunia.

Diabetes menjadi persoalan banyak orang. Apalagi penyakit ini kerap menimbulkan komplikasi yang tak jarang merepotkan penderitanya. Salah satu komplikasi yang kerap dialami adalah munculnya diabetic retinopathy (komplikasi diabetes pada retina), glaukoma dan gangguan pada retina pusat (macula) yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.
Lanjutkan Membaca “Awas Wabah Diabetes Retina!” »

  • Share/Bookmark

Retinopati diabetik merupakan penyebab utama kebutaan pada penderita diabetes di seluruh dunia, disusul katarak. Bila kerusakan retina sangat berat, seorang penderita diabetes dapat menjadi buta permanen sekalipun dilakukan usaha pengobatan.

Diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit metabolik. Penyakit ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) akibat kurangnya kadar hormon insulin dalam tubuh.
Lanjutkan Membaca “Retinopati Diabetik Penyebab Kebutaan Utama Penderita Diabetes” »

  • Share/Bookmark

Diabetes Melitus adalah penyakit yang tidak berbahaya jika dapat dikendalikan dengan baik. Pengobatan sedini mungkin dapat menghindarkan penderitanya dari berbagai macam komplikasi diabetes melitus.

Secara medis, kualitas hidup diabetesi (penderita diabetes) ditentukan oleh kualitas pembuluh darahnya“, demikian ditulis oleh Prof. Dr. Askandar Tjokroprawiro, SpPD-KEMD dalam bukunya Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes Mellitus.
Lanjutkan Membaca “GULOH SISOR: Senjata untuk Melawan Komplikasi Diabetes” »

  • Share/Bookmark

Penyebab utama seseorang mengalami gagal ginjal kronik hingga membutuhkan pelayanan Hemodialisa (cuci darah) adalah akibat penyakit diabetes dan darah tinggi.

“Jika kedua penyakit ini dikontrol dengan baik melalui pengobatan teratur maka penyakit ginjal akan dapat dicegah sedini mungkin atau diperlambat,” kata Kepala Unit Dialisis RSU Pirngadi Medan, Prof Dr Harun, di Medan, Rabu.
Lanjutkan Membaca “Diabetes Penyebab Utama Gagal Ginjal” »

  • Share/Bookmark