Sebab-Gejala
Kebiasaan tidur malam yang buruk sering membuat Anda merasa lelah dan kesal. Selain itu, gangguan tidur malam yang buruk selama enam kali berturut-turut, juga dapat memicu timbulnya diabetes dan penyakit jantung.
Profesor Philippe Froguel dari Imperial College London mengatakan, “Kontrol gula darah adalah salah satu dari banyak proses yang diatur oleh jam biologis tubuh,” katanya, Ahad (29/1). Salah satu jam biologis tubuh adalah tidur. Terganggunya proses tidur itu akan berdampak pada kontrol gula darah.
Lanjutkan membaca…
Kata/Istilah Pencarian:
- gula pasir penyebab diabetes,patofisiologi kurang tidur penyebab diabetes,terjangkitnya diabetes berdasarkan data WHO 2011,gejala punya diabet dan,hubungan penyakit jantung dengan menonton televisi,kata kata iklan pengobatan penyakit diabetes,sebabdiabet
Penelitian menunjukkan, mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi berisiko lebih besar mengalami kematian, mengidap diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, dengan rutin menonton televisi selama dua jam sehari pun bisa berdampak signifikan bagi kesehatan.

Setiap hari, penduduk di Amerika Serikat menghabiskan waktu rata-rata 5 jam untuk duduk di depan layar kaca, sementara orang Australia dan beberapa orang Eropa menghabiskan antara 3,5 jam dan 4 jam sehari. Data ini disampaikan para ahli dari Harvard School of Public Health.
“Pesan ini sederhana. Mengurangi waktu menonton TV adalah cara penting untuk mengurangi kebiasaan duduk secara terus-menerus dan mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung,” kata Frank Hu, salah seorang peneliti.
Dia menambahkan, orang yang duduk di depan televisi tidak hanya menjadi kurang berolahraga, tetapi juga cenderung menyantap makanan tidak sehat. “Kombinasi gaya hidup banyak duduk, pola makan tidak sehat, dan obesitas menciptakan ‘daerah pembiakan sempurna’ untuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung,” tuturya.
Ini bukan penelitian pertama yang menghubungkan durasi menonton TV dengan penyakit. Banyak penelitian menemukan hubungan yang kuat antara menonton televisi dan obesitas, dan sebuah laporan pada 2007 menemukan bahwa waktu menonton TV berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan obesitas anak-anak.
Penelitian lain pada tahun sama menemukan, anak-anak dengan kategori overweight yang menonton iklan makanan cenderung menggandakan asupan makanan mereka.
Untuk keperluan penelitian terbaru ini, Hu dan timnya mengkaji 8 penelitian yang menguji hubungan antara durasi menonton televisi dan penyakit. Penelitian yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association itu melibatkan lebih dari 200.000 orang dalam jangka waktu 7 hingga 10 tahun.
Hu dan para koleganya menemukan, untuk setiap dua jam sehari menonton televisi, risiko mengidap diabetes meningkat 20 persen, sedangkan risiko penyakit jantung naik 15 persen. Menonton televisi dua jam setiap hari juga dapat meningkatkan risiko kematian sebanyak 13 persen.
Berdasarkan temuan itu, Hu dan timnya memperkirakan, di antara 100.000 orang, membatasi waktu menonton televisi hingga 2 jam dapat mencegah 176 kasus baru diabetes, 38 kasus penyakit kardiovaskuler fatal, dan 104 kematian dini setiap tahun.
Peneliti mengingatkan, hasil riset ini tidak serta merta membuktikan bahwa menonton TV adalah satu-satunya faktor yang meningkatkan risiko penyakit. “Benar bahwa antara mereka yang banyak menonton TV dan mereka yang menonton dalam waktu lebih sedikit memiliki perbedaan terutama dalam hal pola makan dan tingkat aktivitas fisik,” kata Hu.
Ia menambahkan, mereka yang keranjingan menonton TV cenderung menyantap makanan tidak higienis. Pola makan tidak sehat dan kemalasan juga akibat dari menonton televisi berkepanjangan. Jadi, penelitian itu menjelaskan betapa besar dampak merugikan dari kebiasaan duduk selama berjam-jam.
Sumber :RTR,ANT | KOMPAS.com —
Kata/Istilah Pencarian:
- hubungan gula tebu dan penderita dm,sebab diabetes com,SEBAB DIABETES MELITUS,ciri diabetes pada umur 30 tahun,HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN TENTANG POLA MAKAN PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KADAR GULA DARAH DIABETES MELLITUS menurut WHO,sebab dan akibat obesitas,sebab penyakit diabet
Apapun jenis gulanya, jika dikonsumsi berlebihan maka bisa memicu berbagai masalah seperti diabetes dan kegemukan. Pakar kesehatan bahkan mengatakan, gula sudah bisa disebut racun jika dikonsumsi lebih dari 8 sendok teh dalam sehari.
Di Amerika Serikat, banyak produsen makanan menggunakan High Fructose Corn Syrup (HFCS) atau gula jagung yang lebih berbahaya dari gula pasir atau gula tebu. Berbeda dengan gula pasir yang merupakan sukrosa, gula tebu adalah fruktosa yang strukturnya lebih sederhana.
Makin sederhana struktur gulanya, makin mudah diserap oleh tubuh sehingga lebih cepat menaikkan kadar gula dalam darah. Bagi pengidap diabetes yang sulit mengolah gula, kondisi ini sangat berbahaya karena bisa memicu berbagai komplikasi termasuk gangguan jantung.
Meski lebih aman dibandingkan gula jagung, gula pasir atau gula tebu tetap tidak lebih aman. Ahli endokrinologi dari University of California, Dr Robert Lustig mengatakan dalam bentuk apapun gula tetap berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.
“Gula dalam bentuk fruktosa maupun sukrosa sama-sama tidak baik dan berbahaya untuk kesehatan. Keduanya adalah racun bagi tubuh,” ungkap Dr Lustig seperti dikutip dari Foxnews, Selasa (3/4/2011).
Meski begitu, konsumsi gula orang Amerika Serikat justru makin meningkat dalam 30 tahun terakhir. Akibatnya, bukan hanya jumlah penderita obesitas saja yang meningkat tetapi juga pengidap diabetes terutama tipe 2 yang dipicu oleh pola makan yang tidak sehat.
Terlebih, sebagian di antaranya tidak menyadari jenis gula yang dikonsumsinya. Berbagai jenis makanan olahan di negara tersebut masih menggunakan gula jagung, sementara konsumen jarang memperhatikan label yang tercantum dalam kemasan saat membelinya.
Dr Lustig mengatakan, konsumsi gula dalam bentuk apapun tidak boleh melebihi 8 sendok teh dalam sehari. Berbagai jenis penyakit kronis banyak ditemukan di Amerika Serikat karena orang-orang di negara itu rata-rata mengonsumsi gula 4 kali lebih banyak dari yang dianjurkan.
Sbr: AN Uyung Pramudiarja – detikHealth
Kata/Istilah Pencarian:
- beda gula biasa dengan gula dm,perbedaan gula pasir dan fructose,fruktosa untuk dm,fruktosa dan strukturnya,beda gula buah dan gula tebu,mengapa orang diabetes mengkonsumsi gula fruktosa,beda gula pasir dengan manis buah,buah-buahan berbahaya buat diabetes,diabetes makan tebu,perbedaan glukosa dan gula biasa
MITOS #1:
Pada orang berkadar kolesterol tinggi jika berolahraga, diet dan dalam keadaan fit, berarti kolesterol pasti baik
FAKTA:
Selain olahraga dan diet ada hal lain yang mempengaruhi kadar kolesterol, seperti berat badan, merokok, riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin. Agar kadar kolesterol tetap terkontrol dibutuhkan pola hidup sehat (diet dan olahraga), serta kepatuhan minum obat, dll.
MITOS #2:
Kadar kolesterol yang tinggi dan penyakit kardioserebrovaskular hanya masalah pria.
Lanjutkan membaca…
Kata/Istilah Pencarian:
- Mitos DM,minyak goreng untuk penderita diabetes,minak goreng yang cocok untuk diabetes,pengobatan DM,Li Xu Wang softcapsule,minyak goreng untuk penderita penyakit kolesterol,kolesterol dan diabetes,turunkan kolesterol dengan pisang kepok,minyak goreng penderita diabetes,obat cina li xu wang
Minuman buah yang mengandung gula sebagai minuman kesehatan, ternyata meningkatkan risiko diabetes dan menambah berat badan.
“Masyarakat harus waspada bahwa minuman jenis ini bukanlah minuman sehat pengganti minuman ringan sehubungan dengan adanya risiko diabetes tipe 2,” papar sang peneliti, Julie Palmer dan timnya di Boston University yang tertulis dalam laporan penelitiannya pada arsip medis internal seperti yang dilansir Reuters.
Lanjutkan membaca…
Kata/Istilah Pencarian:
- buah penyembuh diabetes,minuman diabetes,terapi jus diabetes,makanan penyembuh tipes,jus sayuran untuk diabetes,minuman sehat untuk diabetes,jus bengkoang untuk diabetes,resep jus buah untuk diabetes,jus untuk penyakit gula,buah-buahan dan sayuran untuk penderita Diabetes Millitus dan kolesterol
Jika selama ini pola tidur Anda kurang atau justru berlebih dari delapan jam per hari, bisa jadi alasan mengapa nantinya Anda menderita diabetes.
Para peneliti di Université Laval’s Faculty of Medicine menemukan, orang yang tidur terlalu banyak atau kurang, memiliki kemungkinan untuk terjangkit diabetes tipe 2 atau kelainan toleransi glukosa.
Risikonya hingga 2,5 kali lebih tinggi pada orang yang tidur kurang dari 7-8 jam setiap malam. Penemuan tersebut dipublikasikan baru-baru ini pada situs journal Sleep Medicine.
Lanjutkan membaca…
Kata/Istilah Pencarian:
- penyakit diabetes menurut who tahun 2011,data diabetes melitus menurut sdki,diabetes apa boleh makan nasi,jumlah penderita diabetes menurut who 2011,jumlah penduduk diabetes indonesia 2011,penderita diabetes di indonesia tahun 2011,kenapa orang yang terkena diabetes tidak boleh makan nasi,penderita diabetes militus di indonesia 2011 menurut WHO,data prevalensi dm terbaru,prepalensi diabetes menurut WHO
Ketika Shakespeare menyebut tidur sebagai “pemberi gizi terpenting dalam kehidupan yang menyenangkan”, dia mungkin akan sehat semasa dia hidup, paling tidak secara medis.
Para peneliti di Universitas Chicago Medical Center melaporkan, gangguan tidur merusak kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula dalam darah, yang potensial meningkatkan resiko menjadi tipe 2 diabetes.
Lanjutkan membaca…
Kata/Istilah Pencarian:
- kurang tidur diabetes,menu diabetes&jantung,penanganan ngedrop karna diabetes,pengobatan penyakit diabetes yang ngedrop
Pemanis yang kita sebut gula sebenarnya adalah gula ganda. Setengahnya gula yang disebut glukosa, bahan dasar energi tubuh. Setengahnya lagi gula yang disebut fruktosa. Para peneliti mencurigai fruktosa berdampak jelek, tapi bukti sampai sejauh ini masih tergantung keadaan. Dapatkah fruktosa lebih buruk buat Anda dibandingkan glukosa ?
Lanjutkan membaca…
Kata/Istilah Pencarian:
- tempe untuk DM,resiko penyakit gula,fruktosa untuk penderita diabetes,PENYAKIT AKIBAT KELEBIHAN TAHU TEMPE,fruktosa untuk penderita kolestrol,fruktosa untuk penderita dm,fruktosa untuk pasien diabetes,fruktosa penyebab penyakit jantung,fruktosa dengan penyakit gula,fruktosa






