Posts Tagged ‘diabetes’
Mengkonsumsi lebih banyak bayam dan sayuran hijau lain dapat mengurangi resiko Diabetes Type 2, demikian hasil satu studi yang disiarkan Jumat di British Medical Journal (BMJ), seperti dilaporkan AFP.
Penelitian tersebut menjelajahi daerah kontroversial, dan penulisnya mengingatkan mengenai perlunya penyelidikan lebih lanjut guna mengkonfirmasi temuan itu.
Lanjutkan Membaca “Sayuran Hijau Kurangi Resiko Diabetes Type 2” »
Kadar gula manusia kadang terlalu tinggi atau terlalu rendah yang keduanya tidak bagus untuk kesehatan. Kadar gula harus dijaga dalam posisi normal agar tubuh tetap sehat. Bagaimana menjaga agar gula darah tidak tinggi atau rendah?
Lanjutkan Membaca “Menjaga Gula Darah Tidak Rendah atau Tinggi” »
Saat ini disarankan agar pemeriksaan atau screening diabetes tipe 2 dilakukan mulai usia 45 tahun, terutama bagi mereka yang kelebihan berat badan. Namun studi terbaru menganjurkan, pemeriksaan diabetes tipe 2 sebaiknya dilakukan lebih dini yakni antara usia 30-45 tahun.
Lanjutkan Membaca ““Screening” Diabetes Sebaiknya Lebih Dini” »
Ketika memiliki perut yang terlalu buncit, orang akan mengaitkan dengan konsumsi makanan yang terlalu banyak. Demikian pula sebaliknya. Tak salah bila mengaitkan perut dengan pola makan, perut (dari bagian di bawah dada dan di atas panggul) memang memiliki fungsi utama sebagai tempat pencernaan dan penyerapan makanan.
Lanjutkan Membaca “Risiko di Balik Perut Tambun” »
Berdasarkan penelitian Amerika Serikat (AS), pemakan beras merah atau bebijian gandum lainnya memperlihatkan risiko yang lebih rendah untuk terkena diabetes dibanding pemakan nasi putih.
Tim peneliti dari Harvard School of Public Health and Brigham and Women`s Hospital menganalisa sekitar 200.000 orang dewasa selama 22 tahun dan menemukan pemakan nasi putih halus dikaitkan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2.
Lanjutkan Membaca “Beras Merah Rendah Risiko Diabetes” »
Penderita diabetes melitus di Indonesia sejak 2000 mengalami peningkatan dan pada 2030 diperkirakan mencapai 21,3 juta orang, kata pakar ilmu kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dr Yunani Setyandrian.
“Pada 2000 jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia mencapai 8,4 juta orang. Jumlah itu terus meningkat dan pada 2030 diperkirakan mencapai 21,3 juta orang,” katanya di Yogyakarta, Sabtu.
Lanjutkan Membaca “Penderita Diabetes di Indonesia Meningkat” »
Jumlah penderita diabetes mellitus (DM/penyakit gula) atau diabetisi dari tahun ke tahun baik di kota maupun desa diprediksi akan mengalami kenaikan.
Sebuah survei bahkan menunjukkan di tahun 2025 mendatang diperkirakan akan dijumpai 300 diabetisi di seluruh dunia.
Lanjutkan Membaca “2025, Diabetisi Diprediksi Capai 300 Juta Orang” »
Tidak sedikit penderita diabetes melitus yang terkejut ketika dinyatakan mereka mengidap diabetes karena mereka sama sekali tak merasakan adanya gejala. Diabetes berkembang secara bertahap dan tidak selalu memperlihatkan gejala. Sekalipun ada, biasanya hanya beberapa tanda. Ini umumnya terjadi pada diabetes tipe dua.
Lanjutkan Membaca “Diabetes, Jangan Tunggu Bergejala!” »
Resistensi (penolakan) insulin biasanya terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Tapi studi terbaru menemukan orang sehat sekalipun bila kurang tidur satu malam saja bisa mengalami resitensi insulin.
Resistensi insulin adalah suatu kondisi dimana sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap efek penurunan glukosa pada hormon insulin. Obesitas adalah salah satu penyebab resistensi insulin.
Lanjutkan Membaca “Kurang Tidur Satu Malam Saja Bisa Sebabkan Resistensi Insulin” »
Anda termasuk orang yang suka mengonsumsi makanan manis? Hati-hati, bukan hanya berisiko tinggi terkena diabetes, penuaan juga datang lebih cepat. Keriput tidak hanya dipicu oleh usia, tetapi juga konsumsi gula yang berlebihan.
Konsumsi gula berlebihan, membuat kulit mudah terkena iritasi dan kering. Saat itulah, keriput mulai bermunculan di tempat-tempat tak terduga dengan sangat mudah. Tidak hanya itu, lingkaran hitam dan kantung di bawah mata juga terlihat makin jelas. Menurut Francesco Clark, pemilik produk perawatan kulit, Clark’s Botanicals, gula memang bisa menjadi penyebab munculnya keriput dan penuaan lebih cepat.
“Gula rafinasi bisa membuat penuaan pada kulit melalui proses alami glikasi. Glikasi adalah keadaan ketika molekul gula diserap ke dalam aliran darah selama proses pencernaan dan membuat mantel molekul protein pada kulit Anda,” kata Clark seperti VIVAnews kutip dari Bon Appetit.
Lanjutkan Membaca “Efek Gula pada Wajah Anda” »




