Posts Tagged ‘Herbal’
Beberapa diantaranya adalah obat tradisional untuk kencing manis/ diabetes.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menarik 60 merek obat tradisional dan supleman dari peredaran karena ditemukan mengandung bahan kimia yang jika digunakan tanpa petunjuk dokter bisa membahayakan kesehatan.
“Berdasarkan hasil pengawasan, sampling dan pengujian laboratorium sejak Juni 2008 hingga Mei 2009, Badan POM telah menarik peredaran 60 item obat tradisional dan suplemen yang mengandung bahan kimia sibutramin hidroklorida, sildenafil sitrat, tadalafil, deksametason, fenilbutason, asam mefenamat, metamfiron dan parasetamol,” kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Kamis.
Lanjutkan Membaca “BPOM Tarik 60 Obat Tradisional Berbahan Kimia” »
Mengontrol gula kadar dengan menyeruput secangkir teh hangat? Tentunya akan menyenangkan. Para peneliti meyakini hal itu dapat dilakukan terutama dengan menggunakan teh asal Afrika.
Sebuah tim peneliti asal Denmark tengah mengembangkan perawatan untuk penyakit diabetes tipe 2 dengan bantuan teh Afrika khusus yang diproduksi dari ekstrak daun Rauvolfia Vomitoria dan buah jeruk aurantium.
Lanjutkan Membaca “Teh Kontrol Gula Darah?” »
Ahli pengobatan alami (herbal) Reno Wilopo menyatakan bahwa obat tradisional berfungsi melemahkan racun dalam proses penyembuhan penyakit pada manusia.
“Obat herbal berfungsi mengawasi, termasuk membunuh kandungan racun dalam tubuh manusia,” kata Reno Wilopo di Jakarta, Selasa.
Reno mengatakan obat tradisional mampu membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi) yang tidak terdapat dalam tubuh manusia, dengan tujuan melindungi dari unsur yang merusak organ tubuh.
Lanjutkan Membaca “Ahli Terapi: Obat Herbal Lemahkan Racun” »
Kembali ke alam (back to nature) merupakan pilihan alternatif yang banyak diminati masyarakat saat ini, terutama dalam bidang pengobatan. Penggunaan tanaman berkhasiat obat atau lebih umum dikenal dengan herbal sebenarnya sudah lama digunakan oleh masyarakat. Hanya saja perkembangan kedokteran modern (barat) membuatnya hanya sebagai alternatif pilhan saja. Padahal sudah banyak bukti keampuhan dan khasiat herbal. Disamping lebih ekonomis, herbal juga mempunyai efek samping yang sangat kecil.
Walaupun demikian, masih banyak masyarakat kita yang meragukan khasiat herbal. Padahal ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa herbal tidak bekerja dengan efektif. Penyajian yang salah, waktu minum yang tidak tepat, dosis yang tidak tepat, dan ketidak sabaran pemakainya adalah faktor-faktor yang menyebabkan herbal tidak efektif. Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma dalam bukunya “Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit” menyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi herbal, sbb:
Lanjutkan Membaca “14 Kunci Efektifitas Pengobatan dengan Herbal” »
Anda penderita Diabetes? Jika kadar gula darah Anda bermasalah, tak ada salahnya mencoba 10 bahan berikut yang membantu menurunkan gula darah, meningkatkan sensitifitas insulin, menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, dan beberapa manfaat lain.
1. Gymnema Sylvestre
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 200 – 250 miligram per hari
Nama Hindi tumbuhan ini berarti ‘penghancur gula’, dan tanaman ini dikatakan memiliki kemampuan untuk menurunkan kemampuan mendeteksi rasa manis. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman paling kuat untuk mengendalikan gula darah. Kemungkinan besar, cara kerjanya adalah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang membantu sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau dengan merangsang produksi insulin. Walaupun belum ada penelitian intensif, tapi belum ditemukan adanya efek samping serius untuk penggunaan tanaman ini.
Lanjutkan Membaca “10 Tanaman Ajaib Penurun Kadar Gula Darah” »
Sebuah bisul di pergelangan tangan menjadi sinyal datangnya penyakit maut. Mula-mula tangan Siti Asiyah gatal, kemudian muncul bisul yang tak kunjung sembuh. Pada saat bersamaan ia cepat lelah. ‘Padahal saya banyak makan dan minum, kok bisa cepat lelah?’ ujarnya. Biang keladi semua gangguan kesehatan itu adalah tingginya kadar gula darah: 650 mg/dl. Kadar gula darah normal puasa, 126 mg/dl dan 2 jam setelah makan, 200 mg/dl.
Pengobatan dengan meminum beragam obat tradisional dan menggunakan berbagai metode non konvensional lainnya tidak menjamin dapat menyembuhkan penyakit Diabetes Mellitus (DM).
“Hingga sekarang masih belum terbukti secara medis dari berbagai penelitian bahwa terdapat sejumlah obat tradisional seperti jamu-jamuan tertentu yang dapat menyembuhkan penyakit diabetes,” kata Dr Salim Lim, SpPD, dalam diskusi tentang Diabetes Mellitus di Jakarta, Rabu.
Lanjutkan Membaca “Obat Tradisional Tidak Jamin Sembuhkan Diabetes Mellitus” »
Sendok dan garpu baru saja lepas dari genggaman tangan Aris Anwari. Direktur Kepatuhan Bank DKI itu usai menyantap makan siang. Ironisnya, ia malah lelah dan mengantuk. Keesokan harinya, saat bangun tidur, ia bergegas mengambil glukometer. Jarum runcing di ujung penlate (alat tusuk berbentuk pulpen, red) itu ditusukkan di jari tangan kanan. Beberapa saat darah segar mengucur.
Lanjutkan Membaca “Empat Mujarab Penakluk si Manis” »
Kabar gembira bagi penderita diabetes melitus (DM) yang selama ini tergantung pada obat-obat kimia, dengan ditemukannya obat alami yang dapat menstabilkan kadar gula dalam darah hingga batas normal. Bahkan obat herbal bermerek dagang “Pro-DeeM” buatan PT Jamu Puspo Internusa itu lebih efektif dibanding obat berbahan kimia gilbenklamid yang selama ini digunakan dalam pengobatan DM.
Lanjutkan Membaca “Terobosan Baru Jamu Puspo Cukup Dicelup, Gula Darah Kembali Normal” »
Beberapa tahun belakangan ini terapi herbal menjadi alternatif penyembuhan penyakit. Kendati berbahan alami, terapi herbal bukan tanpa efek samping loh. Karena ada pengalaman seorang pria penderita diabetes mendadak mengalami impotensi setelah rutin mengkonsumsi buah pare untuk menurunkan gula darahnya. Usut punya usut, ternyata hal itu disebabkan buah pare yang dikonsumsi adalah mentah dan overdosis!
Lanjutkan Membaca “Terapi Herbal Meski Alami, Waspadai Efek Samping” »




