Posts Tagged ‘jantung’
Sejak diberitakan bahwa Gus Dur kembali jatuh sakit akibat gula darahnya turun, saya sudah menduga-duga kemungkinan beliau mengalami Hypoglikemia (turunnya kadar gula darah). Apalagi dikabarkan beliau mengalami kelelahan fisik setelah melakukan berbagaia aktifitas beberapa hari sebelumnya.
Dimulai dengan glaukoma pada 24 tahun silam hingga kehilangan sebelah penglihatannya, kondisi Gus Dur terus digerogorti oleh the silent killer: DM atau Diabetes Melitus, yang sering juga disebut Kencing Manis. Komplikasi akibat DM ini juga menggangu fungsi jantung dan pembuluh darah yang mengakibatkan beliau stroke, hingga gangguan pada ginjalnya yang membuat Gus Dur harus rutin cuci darah.
Lanjutkan Membaca “Gus Dur Sang Guru Bangsa direnggut Komplikasi Diabetes” »
Penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, darah tinggi serta kanker hati sekarang masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Belakangan, penyakit tersebut tak hanya menyerang orang lanjut usia karena faktor degeneratif tapi usia produktif.
Indonesia pun dikenal sebagai negara dengan pengidap diabetes nomor empat terbnyak di dunia. Usia penderita diabetes pun makin merentang ke bawah dengan usia 25-45 tahun. Sementara sepuluh tahun lalu pasien diabetes rata-rata mereka yang berusia 50 tahun ke aras.
Lanjutkan Membaca “Teh Hitam, Peredam Penyakit Jantung, Kanker dan Diabetes” »
Dari tahun 1997 hingga tahun 2005 kasus penyakit jantung di kalangan penderita diabetes di Amerika Serikat (AS) dengan batasan usia diatas 35 tahun, prosentasenya menurun hingga 11 persen, demikian laporan “Morbidity and Mortality”.
Hasil dari penelitian yang disertakan juga mengindikasikan kondisi lainnya yang juga menggembirakan yaitu kenaikan prosentase penderita diabetes yang memeriksa kadar gulanya sedikitnya satu kali dalam sehari dalam tahun-tahun belakangan ini hingga melampaui angka rata-rata 61 persen yang ditetapkan oleh pemerintah AS untuk target tahun 2010.
Lanjutkan Membaca “Prosentase Penyakit Jantung di Kalangan Diabetik AS Menurun” »
Pemanis yang kita sebut gula sebenarnya adalah gula ganda. Setengahnya gula yang disebut glukosa, bahan dasar energi tubuh. Setengahnya lagi gula yang disebut fruktosa. Para peneliti mencurigai fruktosa berdampak jelek, tapi bukti sampai sejauh ini masih tergantung keadaan. Dapatkah fruktosa lebih buruk buat Anda dibandingkan glukosa ?
Lanjutkan Membaca “Fruktosa meningkatkan faktor risiko penyakit jantung dan berat badan” »
Peningkatan kadar protein yang dinamakan Retinol Binding Protein (RBP4) mengindikasikan pertumbuhan lemak perut tebal yang secara kuat dikaitkan dengan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Baru-baru ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Barbara B. Kahn, M.D., Kepala Divisi Diabetes di Beth Israel Deaconess Medical Center, menunjukkan bahwa peningkatan kadar RBP4 memperkirakan adanya resistensi insulin. Resistensi insulin adalah tanda awal risiko diabetes tipe 2 dan peningkatan penyakit jantung.
Lanjutkan Membaca “Tes lemak perut Anda bagi yang berisiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung !” »
Chicago – Minuman ringan soda diet memang punya kadar kalori yang rendah, tapi menurut hasil penelitian baru-baru ini, zat itu juga memicu risiko penyakit jantung, sama seperti jenis soda-soda lainnya.
Para peneliti di Amerika Serikat, selama empat tahun, memantau dan menguji kesehatan lebih dari 6.000 orang dewasa. Peneliti mendapati bahwa mereka yang mengkonsumsi satu atau lebih minuman ringan tiap harinya, punya risiko lebih besar untuk terkena sindrom metabolik dibandingkan dengan mereka yang minum lebih sedikit soda.
Lanjutkan Membaca “Semua Soda Berpengaruh Terhadap Penyakit Jantung” »
Selama ini telah banyak dilakukan penelitian mengenai hubungan kopi dan risiko serangan jantung, namun hasilnya berbeda-beda. Beberapa hasil penelitian menunjukkan efek negatif kopi terhadap jantung , sementara penelitian lain tidak menunjukkan adanya kaitan antara kopi dan kesehatan jantung.
Lanjutkan Membaca “Kopi Tidak Meningkatkan Risiko Serangan Jantung” »



