Apa Itu Diabetes Tipe 3

Diabetes tipe 3 adalah suatu penyakit ingatan akibat dipicu oleh resistensi insulin di otak, biasanya paling sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2 dimana memiliki komplikasi Alzheimer atau demensia.

Diabetes adalah masalah metabolisme di mana tubuh kesulitan mengubah gula menjadi energi. Secara umum, ada dua jenis diabetes:

  • Diabetes tipe 1 adalah penyakit kronis di mana pankreas sama sekali tidak memproduksi hormon insulin.
  • Diabetes tipe 2 adalah penyakit metabolisme di mana tubuh mengalami resistensi insulin membuat kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi.

Penelitian baru menemukan bahwa penyakit Alzheimer juga diklasifikasikan sebagai salah satu jenis diabetes, yang disebut diabetes tipe 3. Tetapi klasifikasi ini kontroversial, dan sebagian besar dokter tidak menggunakan istilah ini sampai penelitian lebih lanjut dilakukan.

Hubungan diabetes dan Alzheimer

Diabetes tidak diobati dan tak terkontrol membuat kerusakan pada pembuluh darah, termasuk pembuluh di otak Anda. Banyak penderita diabetes tipe 2 tidak tahu bahwa mereka memiliki kondisi tersebut, padahal, memiliki diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi terhadap kerusakan otak.

Diabetes juga meniadakan keseimbangan fitur kimiawi di otak Anda, ini memicu Alzheimer. Dan gula darah tinggi menyebabkan peradangan, bisa merusak sel-sel otak.

Untuk alasan ini, diabetes dianggap sebagai faktor risiko untuk demensia vaskular. Meskipun demensia vaskular memiliki gejala tersendiri, namun itu bisa menjadi tanda peringatan lebih lanjut terkait Alzheimer.

Padahal, secara terpisah, kasus Alzheimer dan demensia itu tidak memiliki kaitan dengan resistensi insulin. Namun, penderita diabetes tipe 2 lebih memungkinkan membuat kondisi resistensi insulin di otak, memicu komplikasi yang disebut ALzheimer.

Saraf Sel Otak
Animasi Saraf Sel Otak

Penyebab dan faktor risiko

Orang yang menderita diabetes tipe 2 memiliki resiko 60 persen lebih mungkin untuk mengembangkan Alzheimer atau demensia. Satu studi terhadap lebih dari 100.000 subjek dengan demensia menunjukkan bahwa; wanita dengan diabetes tipe 2 memiliki resiko tinggi terkena demensia vaskular, daripada pria.

Itulah sebabnya mengapa wanita diabetes lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 3 daripada para laki-laki diabetes.

Faktor risiko:

  • riwayat keluarga diabetes
  • tekanan darah tinggi
  • kelebihan berat badan atau obesitas
  • kondisi kesehatan kronis tertentu, seperti depresi dan sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Gejala

Gejala diabetes tipe 3 sama dengan gejala demensia atau Alzheimer dini. Gejala-gejala ini termasuk:

  • kehilangan ingatan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari dan interaksi sosial
  • kesulitan menyelesaikan pekerjaan rutinitas
  • sering lupa tempat menyimpan barang
  • penurunan kemampuan untuk membuat penilaian berdasarkan informasi yang diterima
  • perubahan mendadak dalam kepribadian atau sikap

Diagnosis

Tidak ada tes khusus untuk Alzheimer atau diabetes tipe 3. Dokter kadang mengajukan beberapa pertanyaan tentang riwayat keluarga dan gejala yang Anda miliki. Pencitraan otak, seperti MRI dan CT scan, bisa memberikan gambaran tentang apa yang terjadi di otak Anda. Tes cairan serebrospinal juga dapat mencari indikator Alzheimer.

Jika Anda memiliki gejala diabetes tipe 2 dan Alzheimer, atau belum didiagnosis dengan salah satunya, Anda mungkin dikirim untuk tes gula darah puasa dan tes hemoglobin terglikasi (HbA1C).

Jika Anda memiliki diabetes tipe 2, penting bagi Anda untuk memulai perawatan untuk itu. Mengobati diabetes tipe 2 dapat meminimalkan kerusakan otak Anda dan memperlambat resiko Alzheimer atau demensia.

Perawatan untuk diabetes tipe 3

Ada beberapa opsi perawatan khusus untuk orang-orang yang menderita komplikasi diabetes tipe 2 dan Alzheimer. Perubahan gaya hidup, seperti diet dan olahraga, mungkin menjadi bagian besar perawatan.

Menurunkan berat badan hingga 5-7 persen dapat membantu menghentikan kerusakan organ yang disebabkan oleh gula darah tinggi. Pola makan rendah lemak, buah-buahan dan sayuran juga dapat memperbaiki gejala. Sebaiknya, Anda stop merokok.

Jika Anda menderita diabetes tipe 2 dan Alzheimer, perawatan menjadi penting untuk menghentikan laju Alzheimer. Metformin dapat membantu mengobati gejala demensia.

Obat resep dokter juga tersedia untuk mengobati gejala kognitif Alzheimer dan demensia. Inhibitor kolinesterase seperti donepezil (Aricept), galantamine (Razadyne), dan rivastigmine (Exelon) kadang diresepkan untuk meningkatkan sistem komunikasi antar sel-sel tubuh. Memantine (Namenda) dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer.

Gejala seperti perubahan suasana hati dan depresi, dapat diobati dengan obat-obatan psikotropika. Antidepresan dan obat anti-kecemasan adalah bagian dari perawatan dalam beberapa kasus.

Harapan hidup

Diabetes tipe 3 menggambarkan Alzheimer yang disebabkan oleh resistensi insulin di otak. Jadi, masa depan Anda adalah bervariasi tergantung tingkat perawatan diabetes Anda.

Jika Anda dapat mengobati diabetes dengan diet, olahraga, dan obat-obatan, Anda mungkin dapat memperlambat perkembangan Alzheimer atau demensia. Semakin cepat perawatan dimulai, semakin baik pula masa depan Anda.

Harapan hidup rata-rata untuk orang dengan Alzheimer adalah 8 hingga 10 tahun setelah didiagnosis. Tetapi beberapa orang dengan Alzheimer dapat hidup hingga 20 tahun setelah diagnosis.

Pencegahan

Jika Anda sudah memiliki diabetes tipe 2, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko diabetes tipe 3. Berikut adalah beberapa metode yang terbukti untuk mengendalikan diabetes tipe 2 dan meminimalkan kerusakan otak:

  • Berolahraga empat kali per minggu selama 30 menit per hari.
  • Makan makanan sehat yang kaya protein dan tinggi serat.
  • Pantau gula darah Anda dengan cermat sesuai dengan rekomendasi tim kesehatan Anda.
  • Minum obat yang diresepkan sesuai jadwal dan dengan teratur.
  • Pantau kadar kolesterol Anda.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.

Mudah-mudahan lebih bermanfaat. Jangan lupa, baca artikel-artikel kami yang lain di blog ini untuk menambah wawasan pengetahuan di bidang kesehatan masyarakat.